Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Pengamat: Rusia Mengirim Pesan Jelas Lewat Serangannya di Yavoriv

SENIN, 14 MARET 2022 | 07:29 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Serangan rudal mematikan Rusia di pangkalan militer Ukraina di Yavoriv, ​​kurang dari 15 mil dari perbatasan dengan Polandia, jelas dirancang untuk mengirim pesan.

Pasukan Rusia pada Minggu (13/3) menyerang batas barat Ukraina yang berdekatan dengan Polandia dan menewaskan sedikitnya 35 orang. Pasukan Rusia tidak peduli jika ada pasukan AS atau pejuang sukarelawan lainnya berlatih di sana, menurut beberapa analis.  Targetnya adalah menggagalkan pengiriman senjata dari negara-negara NATO dan menghancurkannya.
Sehari sebelumnya, wakil menteri luar negeri Rusia Sergei Ryabkov mengatakan militernya akan memperlakukan pengiriman senjata ke Ukraina dari negara-negara NATO sebagai “target yang sah” .

Fasilitas itu, yang dikenal sebagai lokasi di mana pasukan NATO melatih warga Ukraina di tahun-tahun sebelum perang dimulai, berada di dekat rute paling langsung antara Bandara Rzeszow dengan Kota Lviv. Di bandara Rzeszow itulah senjata barat dari negara-negara Barat didatangkan.  

Fasilitas itu, yang dikenal sebagai lokasi di mana pasukan NATO melatih warga Ukraina di tahun-tahun sebelum perang dimulai, berada di dekat rute paling langsung antara Bandara Rzeszow dengan Kota Lviv. Di bandara Rzeszow itulah senjata barat dari negara-negara Barat didatangkan.  

Rusia sudah lama mencurigai dan menyasar situs itu, menurut Dan Sabbagh, defence and security editor, dalam artikelnya pada Minggu (13/3) di The Guardian.

"Ini adalah tempat di mana sukarelawan asing dikatakan berkumpul saat mereka memulai pelatihan dengan angkatan bersenjata Ukraina," katanya.

Serangan Rusia memang mematikan dan mengkhawatirkan karena terjadi di dekat sekali dengan perbatasan Polandia. Namun begitu, AS dan sekutu lainnya telah mengambil langkah-langkah untuk memperkuat dan melindungi pertahanan udara Polandia, menurut Sabbagh.

Wakil presiden AS, Kamala Harris, mengumumkan pada akhir pekan lalu bahwa dua baterai rudal Patriot AS telah dipindahkan ke Polandia, dan ditempatkan di Rzeszow. Kehadiran baterai Patriot dirancang untuk meyakinkan bahwa akan mungkin untuk mencegat setiap rudal nyasar yang memasuki wilayah udara Polandia karena serangan Rusia terhadap Ukraina semakin dekat ke barat negara itu.

Rumania, negara NATO lain yang berbatasan dengan Ukraina, sudah memiliki sistem Patriot sendiri, sementara Jerman dan Belanda mengatakan beberapa hari lalu mereka akan memposisikan ulang salah satu milik mereka di negara perbatasan lain, Slovakia.

"Mengenai pasokan senjata barat ke Ukraina, para ahli percaya itu tidak mungkin bisa dihancurkan oleh satu serangan, yang mematikan sekalipun, seperti yang terjadi pada Minggu pagi. Perbatasan Polandia-Ukraina panjangnya lebih dari 300 mil, dan langkah-langkah sedang diambil untuk menyembunyikan pasokan vital saat mereka menyeberang ke negara itu dan sekitarnya," kata Sabbagh.

Secara realistis tidak mungkin untuk memotong pergerakan senjata dengan serangan udara berkala karena wilayah itu terlalu luas. Kecuali jika Rusia mendominasi suatu daerah.

"Untuk saat ini, pasukan darat Rusia, yang difokuskan di Kiev dan kota-kota di timur, berada jauh dari Lviv dan perbatasan barat," tegas Sabbagh.

Nick Reynolds, seorang spesialis perang darat di thinktank Rusi, mengatakan: “(Presiden Vladimir) Putin akan berjuang untuk melarang pasokan senjata ke Ukraina barat. Ia juga memiliki peluang yang jauh lebih baik untuk akhirnya mengepung, juga berpotensi memotong penyeberangan di sepanjang Sungai Dnieper."

"Dominasi Rusia di langit, terutama pada malam hari, menunjukkan kemungkinan untuk melakukan lebih banyak serangan rudal di Ukraiba barat," tutup Sabbagh.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

UPDATE

IKA BEM Nusantara Ajak Elemen Bangsa Dukung Program Ketahanan Pangan

Senin, 03 Agustus 2026 | 01:56

Bergerak Bersama Menuju Sila Kelima Pancasila

Senin, 03 Agustus 2026 | 01:30

TNI Tembus Medan Terjal Salurkan 2 Ton Logistik di Kabupaten Puncak

Senin, 03 Agustus 2026 | 01:09

Buka Turnamen Tenis Beregu

Senin, 03 Agustus 2026 | 00:42

531 Atlet Taekwondo Terbaik Asia Siap Bertarung Demi Kehormatan Negara

Senin, 03 Agustus 2026 | 00:24

Prabowo Harus Rombak Kabinet Buntut Tingkat Kepuasan Publik Melorot

Senin, 03 Agustus 2026 | 00:04

Zanzabella Singgung "Si Ono" dan Rekaman CCTV: Pertengkaran Pasti Ada Sebabnya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 23:35

Pelaporan ESG Tahun 2026 Indonesia

Minggu, 02 Agustus 2026 | 23:05

Ustaz Novel: LGBT Bahaya Laten dengan Daya Rusak Luar Biasa

Minggu, 02 Agustus 2026 | 22:39

Tragedi KM Mutiara Sentosa 2: Keluarga Cemas Banyak Penumpang Tak Masuk Manifes

Minggu, 02 Agustus 2026 | 21:53

Selengkapnya