Berita

Bendera China dan Pakistan/Net

Dunia

Hindari Sentimen Negatif, China Gunakan Pakistan untuk Jual Senjata ke Junta Myanmar

MINGGU, 13 MARET 2022 | 14:45 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

China dan Rusia telah banyak dikritik lantaran diduga menjual persenjataannya ke junta Myanmar. Lantaran dengan senjata tersebut, junta membunuh banyak warga sipil.

Sebuah laporan dari ANI News pada Minggu (13/3) menyebut, China menggunakan aliansinya dengan Pakistan sebagai jalan untuk menjual industri pertahanannya.

Baru-baru ini, junta Myanmar disebut-sebut berencana untuk membeli mortir 60 dan 81 mm, peluncur granat M-79, hingga senapan mesin berat dari Pakistan.


Pada 2018, junta Myanmar membeli 16 unit jet tempur multi-peran JF-17 Thunder dari Pakistan seharga 560 juta dolar AS. Pesawat ini dikembangkan bersama oleh Pakistan Aeronautical Complex dan Chinese Chengdu Aerospace Corporation.

Kesepakatan tersebut itu difasilitasi oleh Dr Naing Htut Aung, pemasok senjata utama yang mewakili Grup Perusahaan Gerbang Internasional yang memiliki ikatan kuat dengan militer termasuk Panglima Angkatan Darat Jenderal Senior Min Aung Hlaing.

Pada September tahun lalu, 10 orang delegasi Kementerian Pertahanan Pakistan bertemu dengan Menteri Pertahanan Myanmar untuk membahas penjualan JF-17. Pembicaraan juga membahas teknologi persenjataan canggih, perbaikan pesawat dan amunisi angkatan laut.

Sementara itu, menurut Institut Penelitian Perdamaian Internasional Stockholm (SIPRI), total pangsa ekspor senjata China menurun dari 5,5 persen pada 2019 menjadi 5,2 persen pada 2020.

Namun, ada pandangan kuat bahwa ekspor China dialihkan atau tidak dilaporkan.

Contoh spesifiknya adalah ketika sebuah kapal China menuju Pakistan ditahan pada tahun 2020 oleh pihak berwenang India karena membawa autoklaf, teknologi penggunaan ganda, sebagai pengering industri.

China tampaknya menggunakan Pakistan sebagai perantara untuk meminimalkan gelombang sentimen anti-China.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya