Berita

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK RI), Firli Bahuri dan Presiden terpilih Korea Selatan, Yoon Suk-yeol/Repro

Politik

Tokoh Antikorupsi Jadi Presiden Korea Selatan, Indonesia Punya Firli Bahuri

SABTU, 12 MARET 2022 | 14:18 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Kemenangan mantan Jaksa Agung Yoon Suk-yeol dalam pemilihan presiden Republik Korea hari Rabu kemarin (9/3) memperlihatkan bahwa masyarakat dunia membutuhkan sosok antikorupsi untuk memimpin negara mereka.

Di negeri ginseng, Yoon dikenal sebagai sosok antikorupsi. Dia berada di balik pengusutan kasus korupsi mantan Presiden Park Geun-hye di tahun 2016.

Sebelumnya, di tahun 2008 dia juga pernah mengusut kasus korupsi yang melibatkan mantan Presiden Lee Myung-bak.


Di tahun 2019, setelah diangkat menjadi Jaksa Agung, Yoon mulai mengusut kasus-kasus korupsi yang melibatkan orang dekat Presiden Moon, termasuk calon Menteri Kehakiman Cho Kuk.

Pada Maret 2021 Yoon mengundurkan diri dari Jaksa Agung.

Yoon akan dilantik menggantikan Presiden Moon Jae-in di bulan Mei mendatang.

Dalam perbincangan dengan Kantor Berita Politik RMOL, Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPO), Dedi Kurnia Syah, membandingkan sosok Yoon dengan sosok Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI Firli Bahuri.

Di tangan Firli, banyak para pejabat negara yang diproses hukum, mulai dari pimpinan DPR RI, dua menteri di kabinet Joko Widodo, hingga sejumlah kepala daerah.

Berkaca pada kemenangan Yoon, Dedi Kurnia Syah mengatakan, Firli Bahuri juga cukup berpeluang untuk ikut bertarung di arena Pilpres 2024.

Apalagi, Firli membawahi lembaga yang secara khusus membidangi pemberantasan korupsi.

"Firli sebenarnya jauh lebih berpeluang dibanding Yoon Suk-yeol di Korsel," ujar Dedi Kurnia Syah sesaat lalu di Jakarta, Sabtu (12/3).

Namun di sisi lain, Dedi juga menggarisbawahi bahwa karakter pemilih di Korsel berbeda dengan pemilih di Indonesia.

“Masih ada dominasi kesukaan sebagai pengaruh keterpilihan, dan faktor keterusungan Parpol,” kata dosen Universitas Telkom ini.

Faktor inilah yang harus diperhatikan Firli jika ingin maju di Pilpres 2024. Apalagi dalam pemilihan presiden di Indonesia dibutuhkan dukungan partai politik.

Firli, kata Dedi Kurnia, harus terus bersikeras untuk menggerek elektabilitasnya jika ingin bertarung di bursa Pilpres 2024.

“Firli punya peluang di Pilpres 2024 selama memenuhi syarat administratif politik," pungkasnya. 


Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

KPU akan Berulang Tahun ke-73 di November Tahun Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 12:22

Nasib Atlet Setelah Lampu Stadion Padam

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Trump: Perjanjian Damai dengan Iran akan Diteken Hari Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Pemuda 24 Tahun Jadi Tersangka Usai Bawa Botol Diduga Bom Molotov ke Aksi DPR

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:25

Ekonom Ungkap Akar Munculnya Narasi "Sell Indonesia"

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:41

KPK Bongkar Korupsi "Sempurna" di Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:39

Panggung Atraksi Wushu di Sekolah Rakyat Manado Pukau Mensos

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:01

Daya Beli Masyarakat Terancam Jika BBM Subsidi Ikut Naik

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:51

KPK Amankan Dokumen saat Geledah Kantor Hingga Rumah Dinas Bupati Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:44

Menhan Jepang Persembahkan Model Kapal Perang "Makasa" ke Prabowo di Kertanegara

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:31

Selengkapnya