Berita

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan/Net

Politik

Negara Lain Tunda Pemilu Maksimal 75 Hari sedangkan Indonesia Dua Tahun, Jokowi Mau Apa?

SABTU, 12 MARET 2022 | 12:59 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Kesesuaian antara gagasan dan alasan penundaan Pemilu di Indonesia masih dipertanyakan civil society. Apalagi Pemilu diusulkan ditunda hingga dua tahun, dari 2024 ke 2027.

Berdasarkan pengalaman sejumlah negara, penundaan Pemilu tidak dilakukan hingga bertahun-tahun.

Begitu dikatakan Cofounder Public Virtue Institute, Usman Hamid, dalam diskusi virtual Bincang Buku Demokrasi di Indonesia dari Stagnasi ke Regresi, yang diselenggarakan pada Sabtu (12/3).


Usman menjelaskan, penundaan Pemilu memang banyak dipraktikkan di berbagai negara. Bahkan hal itu dia dapatkan dari studi International IDEA.

"Di situ (kajian International IDEA) memperlihatkan sejumlah negara melalui suatu pengalaman penyebaran wabah (Covid-19) yang luar biasa, sehingga mengambil keputusan-keputusan untuk menunda Pemilu," ujar Usman.

Usman menilai, penundaan Pemilu karena alasan Covid-19 masih normal dan wajar. Sebab dalam keadaan tersebut ada keterdesakan yang harus dilakukan agar tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan.

Penundaan Pemilu juga tidak masalah jika diundur tidak begitu lama, atau tidak seperti yang diusulkan di Indonesia yakni sampai bertahun-tahun.

"Kalau tidak salah, seluruh penyelenggaraan Pemilu yang pernah ditunda karena alasan Covid-19 itu paling lama 57 hari, baik itu tingkat nasional, provinsi, maupun lokal, baik pemilihan legislatif maupun eksekutif," katanya.

Maka dari itu, Usman tak habis pikir dengan pihak-pihak yang menginginkan penundaan pemilu hingga 2027.

"Apakah Indonesia benar-benar mengambil keputusan penundaan Pemilu itu karena Covid? Berapa lama Indonesia mau menunda? Dua pertanyaan itu akan menunjukkan motivasi penundaan Pemilu yang akan dilakukan pemerintah Indonesia," tuturnya.

Bila menggunakan paradigma kritis, Usman memandang upaya penundaan Pemilu lebih mencerminkan pada kesepakatan elite parpol dengan pemerintah yang berkuasa, ketimbang pertimbangan-pertimbangan penanggulangan Covid-19.

"Kalau tahun ini pemerintah memutus melonggarkan pembatasan sosial dan sudah begitu percaya diri bahwa Covid-19 tidak begitu serius di Indonesia, ekonomi sudah mulai normal, mengapa Pemilu ingin tetap ditunda?" heran Usman.

Oleh karenanya, Usman menilai wajar ada kecurigaan yang muncul terhadap Presiden Joko Widodo untuk memperpanjang masa jabatannya.

"Jangan-jangan (Pemilu ditunda) untuk memperpanjang kekuasaan? Atau mempertahankan status quo kepentingan yang sekarang," tandasnya.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

UPDATE

Penumpang Kereta Bandara Tembus 6,2 Juta Pelanggan Hingga Mei 2026

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:20

Fantastis! Harta Menteri dari PAN Trenggono Melejit Setengah Triliun dalam Setahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:15

Prabowo Dorong WNI Masuk Pasar Kerja Teknologi Jerman

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:11

Warna-warni Kendaraan Hias Meriahkan Perayaan 1 Muharam

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:10

Oktasari: Kritik Boleh, Tapi Jangan Abaikan Kerja Pemerintah

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:46

Prabowo Sampaikan Ucapan Selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:20

Belum Lapor LHKPN 2025, Mendes Yandri Punya Harta Rp20,95 Miliar Saat Awal Menjabat

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:20

Israel Masih Tak Terima Rencana Damai Iran-AS

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:12

Kekayaan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan Naik 83 Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 12:52

Universitas Binawan Buka Akses Penyetaraan Kualifikasi Nakes Indonesia di Uni Eropa

Selasa, 16 Juni 2026 | 12:44

Selengkapnya