Berita

Menteri Luar Negeri Inggris Liz Truss/Net

Dunia

Dinilai Bantu Invasi Putin, 386 Anggota Parlemen Rusia Disanksi Inggris

JUMAT, 11 MARET 2022 | 20:42 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Inggris mengumumkan sanksi tambahan sebagai tanggapan invasi Rusia ke Ukraina. Sebanyak 386 anggota parlemen Rusia atau Duma menjadi target.

Menteri Luar Negeri Inggris Liz Truss mengatakan, sanksi tersebut diberlakukan lantaran anggota parlemen mendukung pemerintahan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk mengakui Donetsk dan Luhansk di Ukraina sebagai negara independen.

Pengakuan tersebut hanya berselang dua hari sebelum Putin mendeklarasikan apa yang ia sebut sebagai "Operasi Militer Khusus" ke Ukraina pada 24 Februari.


"Kami menargetkan mereka yang terlibat dalam invasi ilegal Putin ke Ukraina dan mereka yang mendukung perang biadab ini," ujar Truss, seperti dikutip Politico, Jumat (11/3).

Dengan sanksi tersebut, anggota parlemen Rusia telah dilarang bepergian ke Inggris, mengakses aset di Inggris, serta melakukan bisnis dengan warga dan bisnis Inggris.

"Kami tidak akan melepaskan tekanan dan akan terus memperketat sekrup pada ekonomi Rusia melalui sanksi," tambah Truss.

Tambahan sanksi tersebut membuat jumlah total anggota Duma yang disetujui oleh Inggris sekarang mencapai 400.

Pada Kamis (10/3), Inggris juga melayangkan sanksi pada seorang taipan Rusia sekaligus pemilik Klub Sepak Bola Chelsea, Roman Abramovich, dan enam orang lainnya. Totalnya, Inggris sudah menjatuhkan sanksi pada 18 oligarki Rusia.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Tak Ada Pintu Setop Perang Iran versus AS-Israel

Sabtu, 02 Mei 2026 | 04:02

Prabowo di Tengah Massa Buruh Tak Lagi Hadapi Kritik, tapi Terima Dukungan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 04:00

Pertama Kali Presiden RI Dielu-elukan Buruh

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:28

Polri Apresiasi Massa Buruh Tertib

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:20

Perpres Ojol 92 Persen Bisa Picu Kenaikan Tarif

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:01

Jumhur Hidayat Jadi Menteri LH: Politik Merangkul untuk Mengendalikan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:42

Waspada Gelombang Tinggi saat Libur Panjang Pekan Ini

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:19

Kaji Ulang Wacana Pemangkasan Jaminan Kesehatan Aceh

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:00

Perbedaan Lokasi May Day Tak Perlu Diperdebatkan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 01:32

Perpina DKI Serukan Kepemimpinan Perempuan Berdaya

Sabtu, 02 Mei 2026 | 01:06

Selengkapnya