Berita

Minyak Goreng/Net

Politik

PB HMI Desak Pemerintah Segera Bertindak Atasi Minyak Goreng yang Mahal dan Langka

JUMAT, 11 MARET 2022 | 13:27 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Fenomena tahunan seperti perayaan hari raya agama ini harus diantisipasi dengan baik oleh pemerintah. Sebab, hal itu akan selalu berbanding lurus dengan lonjakan harga kebutuhan bahan pokok dan mengakibatkan trend inflasi atau inflasi musiman.

Begitu kata Ketua PB HMI Bidang Ekonomi Pembangunan, Andi Rante kepada wartawan, Jumat (11/3).

Andi Rante mengingatkan, jika inflasi musiman tak dikendalikan, maka kondisinya bisa bertahan lama dan akan menimbulkan inflasi ringan, yakni kenaikan harga di bawah 10 persen dalam setahun. Bisa juga mengakibatkan hiperinflasi, yakni kenaikan harga di atas 100 persen dalam setahun.


Adapun kondisi saat ini, harga kebutuhan pokok masyarakat masih belum stabil. Padahal sebulan lagi akan masuk bulan Ramadhan.

“Masalah ini merupakan hal yang sangat klasik dari tahun ke tahun dan tak pernah mendapat penyelesaian. Selalu saja ada pihak pihak tertentu yang memetik keuntungan dari kondisi seperti ini, sehingga harga beberapa kebutuhan pokok meningkat tajam di pasaran,” tegasnya.

Andi Rante lantas mencontohkan harga minyak goreng yang masih jauh dari harga eceran tetap (HET) yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp Rp 11.500 per liter untuk minyak goreng curah, minyak goreng kemasan sederhana Rp 13.500 per liter, minyak goreng kemasan premium Rp 14 ribu per liter.

Faktanya, di lapangan harga masih berkisar di angka Rp 18 ribu hingga Rp 20 ribu per liter

Di lapangan, sambungnya, pemerintah juga terkesan memprioritaskan dan mendahulukan distribusi minyak goreng murah ke ritel modern.

“Dalam kondisi seperti ini dirasa tidak adil bagi pedagang di pasar tradisional, karena banyak pelanggan pasar rakyat yang akhirnya belanja di ritel modern dan hanya menguntungkan peritel modern dan merugikan pedagang pasar tradisional,” tegasnya.

Atas dasar itu, PB HMI mendesak pemerintah untuk segera melakukan tindakan untuk mengatasi masih langkanya beberapa sembako, khususnya minyak goreng dengan harga eceran tertinggi (HET) di pasar-pasar, terutama pasar tradisional sesuai Permendag 6/2022

“Untuk menjaga stabilitas harga, perlu adanya pengawasan di dalam alur distribusi dengan juga turut melibatkan secara aktif pemerintah daerah,” demikian Andi Rante.

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya