Berita

Antre minyak goreng/Net

Politik

PKS: Hati Teriris Miris Saat Melihat Kaum Ibu Antre Mengular Demi Minyak Goreng

JUMAT, 11 MARET 2022 | 10:12 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pemerintah dinilai gagal dalam mengatasi langkanya minyak goreng di pasaran. Pasalnya, per Januari 2022, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memerintahkan secara khusus untuk segera mengatasi persoalan ini, tapi hingga kini minyak goreng masih langka.

Jurubicara Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Kurniasih Mufidayati miris melihat fakta-fakta di lapangan, khususnya saat rakyat harus mengular demi mendapatkan minyak goreng.

Dia lantas mengingatkan bahwa Ramadhan kurang dari satu bulan, sehingga persoalan ini harus selesai lebih cepat.


“Kita juga kaum ibu merasakan betul perjuangan mereka harus rela antre mengular, di beberapa tempat harus sampai berebutan demi mendapatkan minyak goreng. Hati kita teriris dan miris melihat fakta ini," katanya kepada wartawan, Jumat (11/3).

Mufida menyebut, bukan hanya minyak goreng saja, tapi kebutuhan pokok juga mulai naik menjelang Ramadhan. Sebelumnya secara fluktuatif harga-harga seperti tahu tempe, cabai, bawang sudah merangkak naik. Bahkan Ayam dan daging juga naik.

"Bisa dipastikan beban ibu-ibu akan semakin besar. Tolonglah, emak-emak sudah berat saat ini, jangan tambah berat lagi beban hidup keluarga," imbuh Ketua DPP PKS Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (BPKK) ini.

Atas dasar itu, Mufida meminta pemerintah lebih konkrit menyisir persoalan pokok dibanding hanya terus mengeluarkan statemen yang justru menunjukkan kelemahan penanganan.

Misalnya, kata dia, Kementerian Perdagangan berkali-kali menyebut faktor stok minyak goreng aman. Masalahnya didistribusi bahkan sampai mengeluarkan statemen banyak warga yang menimbun.

"Hal-hal itu kontraproduktif. Kewajiban negara menjamin ketersediaan kebutuhan dasar dan kebutuhan pokok hidup masyarakat dengan terjangkau dan mudah," tandasnya. 

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya