Berita

Iwan Fals/Net

Politik

Minyak Goreng Langka, Iwan Fals: Ini Seperti Tikus Mati di Lumbung Padi

KAMIS, 10 MARET 2022 | 23:22 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Kelangkaan yang diikuti dengan membumbung tingginya harga minyak goreng (Migor) di Tanah Air, menyita perhatian musisi legendaris Iwan Fals.

Iwan Fals bersama Raja Pane merilis lagu terbarunya berjudul "Minyak Goreng" yang dipublikasikan pada Minggu (6/3).

Lirik-liriknya soal Migor itu sedianya menyentil kuping Pemeirntah yang seolah diam melihat semua itu.


Dalam penggalan lirik lagu tersebut, pelantun lagu Bongkar dan dikenal garang pada era Orde Baru Soeharto itu menyindir soal sikap pemerintah yang terkesan apatis.

Ia juga menyinggung sikap aparat keamanan yang cenderung diam melihat "jeritan rakyat" di tengah pandemi Covid-19 yang masih menghantui Indonesia.

Selain itu, Iwan Fals juga mengejawantahkan keresahannya terkait Indonesia yang notabene memiliki lahan sawit jutaan hektar, tetapi Migor bisa langka di pasaran. Ini adalah anomali di negeri yang kerap disebut zamrud khatulistiwa.
Berikut lirik lengkap lagu "Minyak Goreng"

Minyak goreng menguap hilang dan lenyap di pasar. Semua ibu-ibu menggerutu dan bapak-bapaknya sudah barang tentu, kocar-kacir di pasar-pasar.

Aneh rasanya kok bisa hilang, kalaupun ada harganya selangit, usut punya usut ternyata ditimbun, oleh siapa? Konon oleh 7 konglomerat.. (tambun)

Aku kesal kok konglomerat tega, aku resah kok polisi tak berdaya, aku marah kok pemerintah begitu mudah dipermainkan, aku geram kok kasus itu terus berulang..

Ini seperti tikus mati di lumbung padi, bahan kita banyak sawit jutaan hektar, lalu kenapa hilang dan menghilang

Ah dasar mafia masa bodoh orang susah..
Mungkin mafia dan aparat ada main,
Pura-pura hilang tapi diumpetin, kok susah amat memberantasnya? Tembak saja atau hukum seumur hidup!

Jera jera jera... Ah belum tentu lhoo..

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya