Berita

Rektor Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan (ITB-AD) Jakarta, Mukhaer Pakkanna/Net

Politik

Rektor ITB-AD Khawatir Dony Rahajoe Singkirkan Warga Asli Seperti Saat Bangun BSD

KAMIS, 10 MARET 2022 | 19:34 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Presiden Joko Widodo telah memilih Bambang Susantono dan Dony Rahajoe sebagai pemimpin Ibukota Negara (IKN) Nusantara. Sorotan dari Rektor Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan (ITB-AD) Jakarta, Mukhaer Pakkanna langsung mengarah tajam pada Dhony Rahajoe.

Nama Dhony Rahajoe, kata Mukhaer Pakkanna, memang sudah tidak asing lagi sebagai seorang pengembang kawasan ulung. Dhony adalah arsitek pengembangan kawasan BSD Tangerang. Saat ini, Dhony masih menjadi pejabat tinggi Managing Director Sinarmas.

“Beliau diklaim bertangan dingin, sehingga kawasan BSD selalu mendapat penghargaan internasional sebagai kawasan hebat,” ujar Mukhaer Pakkanna kepada Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu, Kamis (10/3).


“Justru saking hebatnya, masyarakat asli kawasan itu tersungkur. Dibulduzer. Kemudian lahir enklave kawasan elite dengan tembok tinggi,” sambungnya yang khawatir dengan nasib warga asli.

Kini akses penduduk asli di kawasan Serpong menjadi terbatas. Bahkan jaringan infrastruktur internet lemot di luar kawasan. Dampaknya, akses pendidikan via online terbatasi. Sementara dalam enklave kawasan, seolah surga bagi yang berduit.

“Sejatinya, saya sudah memprediksi bahwa kawasan IKN nanti akan menjadi kawasan pongah, seperti laiknya BSD. Maka Dhony Rahajoe harus ikut bertanggung jawab,” tegasnya.

Mukhaer Pakkanna mewanti-wanti bahwa pembangunan IKN juga berpotensi mirip dengan yang terjadi di Serpong saat ini. Di mana masyarakat asli hadir sebatas menjadi penonton dari luar pagar. Mereka seolah menjadi jongos di negerinya sendiri.

“Apa ini yang disebut dengan ramah lingkungan masyarakat? Tanya pada rumput yang bergoyang,” tutupnya.

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya