Berita

Menteri Pertahanan Taiwan Chiu Kuo-cheng/Net

Dunia

Ukraina jadi Pelajaran Penting, Menhan Taiwan: Perang Hanya Membuat Sengsara

KAMIS, 10 MARET 2022 | 12:24 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Perang bukanlah pilihan karena semua pihak akan membayar harga yang mahal. Untuk itu, Taiwan menekankan pentingnya menghindari konflik, ketika menanggapi kemungkinan pecahnya perang dengan China.

Menteri Pertahanan Taiwan Chiu Kuo-cheng mengatakan, terlepas siapa pun yang menang, perang antara China dan Taiwan hanya akan menghasilkan kemenangan yang menyedihkan.

"Jika ada perang, terus terang, semua orang akan sengsara, bahkan untuk pemenangnya," ujarnya kepada wartawan sebelum sesi parlemen pada Kamis (10/3).


"Seseorang harus benar-benar memikirkan ini. Semua orang harus menghindari perang," tambahnya, seperti dikutip Reuters.

Sejak Rusia meluncurkan invasi ke Ukraina, Taiwan telah meningkatkan kesiagaannya. Taiwan melaporkan tidak ada kegiatan militer China yang tidak biasa, meskipun angkatan udara China terus melakukan misi sesekali ke zona identifikasi pertahanan udara Taiwan.

"Kami melihat perubahan dengan tenang dan kami siap untuk itu," kata Chiu.

Dalam sebuah laporan dalam sesi parlemen pada Rabu (9/3), Dewan Urusan Daratan Taiwan mengatakan China terlalu sibuk dengan memastikan stabilitas untuk kongres utama Partai Komunis pada akhir tahun untuk tiba-tiba meningkatkan ketegangan dengan Taiwan.

Sementara itu, ahli strategi militer Taiwan telah mempelajari invasi Rusia ke Ukraina, dan perlawanan negara itu, untuk strategi pertempuran pulau itu sendiri jika terjadi perang dengan tetangga raksasanya China.

Kementerian Pertahanan Taiwan juga mengatakan, militer mempelajari pengalaman Ukraina untuk dapat memanfaatkan pertempuran di tanah airnya dan telah memasukkan perang asimetris ke dalam perencanaannya sendiri.

Chiu mengatakan krisis Ukraina telah memberi Taiwan banyak pelajaran dan Taiwan membuat persiapan yang sesuai.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Deklarasi New Delhi, Terjemahkan Komitmen Jadi Hasil Nyata

Sabtu, 12 September 2026 | 21:55

Usulan Masa Jabatan Kades Tak Terbatas Harus Ditolak

Sabtu, 12 September 2026 | 21:10

Polisi Beberkan Peran Tiga Tersangka Pengeroyokan Maut Pejompongan

Sabtu, 12 September 2026 | 20:32

Prabowo Perkuat Peran Indonesia dalam Kerja Sama Multilateral di KTT BRICS 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 19:48

Morits L Tamaela Terpilih Sebagai Sekjen ADEKSI, Konsolidasi DPRD Kota Seluruh Indonesia Diperkuat

Sabtu, 12 September 2026 | 19:32

Menyusuri Perkebunan Sawit dan Karet, Mantri BRI Jaga Akses Keuangan Sumatera Selatan

Sabtu, 12 September 2026 | 19:27

Purbaya Tak Mau Ikuti Jepang Pangkas PPN, Ini Alasannya

Sabtu, 12 September 2026 | 18:18

Cek Bansos BPNT September 2026, Ada Pencairan hingga Rp600.000

Sabtu, 12 September 2026 | 18:11

Patahan Surabaya Jadi Sorotan di Medsos, Ini Penjelasan Pakar ITS

Sabtu, 12 September 2026 | 17:54

Cek Daftar HP yang Tak Bisa Lagi WhatsApp Mulai September 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 17:40

Selengkapnya