Berita

Presiden terpilih Korea Selatan, Yoon Suk-yeol/Net

Dunia

Pengamat: Di Tangan Yoon Suk-yeol, Korsel akan Lebih Agresif pada Korut dan China

KAMIS, 10 MARET 2022 | 10:19 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Kemenangan Yoon Suk-yeol dari sayap konservatif sebagai presiden baru Korea Selatan dinilai akan mengubah kebijakan luar negeri, khususnya terhadap Korea Utara dan China.

Berdasarkan pemungutan suara yang dilakukan pada Rabu (9/3), Yoon yang mewakili partai oposisi utama, People Power Party, berhasil memenangkan 48,6 persen suara.

Dengan jumlah perolehan tersebut, Yoon mengungguli Lee Jae-myung dari Partai Demokrat yang berkuasa dengan selisih hanya 0,8 persen.


Menurut para analis, pemerintahan Yoon di masa depan kemungkinan akan jauh lebih hawkish daripada Moon Jae-in yang mengedepankan dialog dengan Pyongyang.

Selama pemerintahannya, Moon telah bertemu tiga kali dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un. Ia juga mendorong diakhirinya Perang Korea secara resmi, mengakhiri gencatan senjata sejak 1953.

Sementara itu, Center for Strategic International Studies (CSIS) menilai, Yoon akan mengambil pendekatan berbeda, seperti dikutip Radio Free Asia.

Yoon yang tidak pernah memegang jabatan politik kemungkinan akan meningkatkan frekuensi latihan bersama dengan sekutu Amerika Serikat (AS), yang selama ini membuat geram Pyongyang.

"Yoon tidak akan mendesak deklarasi akhir perang sebelum denuklirisasi maju dan akan merespons provokasi Korea Utara dengan lebih tegas," kata CSIS.

Presiden terpilih yang akan mengambil alih kursinya pada Mei ini juga diperkirakan akan memperluas kemampuan pertahanan Korea Selatan, termasuk kemampuan serangan ofensif dan peningkatan pertahanan rudal.

Menurut mantan Utusan Khusus AS untuk Korea Utara, Joseph Detriani, Yoon bisa membawa hubungan Washington dan Seoul ke arah yang lebih dekat. Bahkan Korea Selatan kemungkinan akan bergabung dalam Quad, bersama AS, Jepang, Australia, dan India.

Terkait dengan China, para analis dari CSIS berpandangan, Yoon kemungkinan akan mengambil kegiatan yang kurang hormat terhadap Beijing. Berbeda dengan pemerintahan Moon yang enggan mencari perselisihan dengan China.

"Yoon kemungkinan akan mengambil sikap kebijakan yang kurang hormat terhadap Beijing daripada pemerintahan sebelumnya sebagian karena pengakuan taktik intimidasi China dan kurangnya kepercayaan bahwa China dapat memberikan Korea Utara,” kata analisis CSIS.

Gedung Putih dalam pernyataannya sudah menyampaikan ucapan selamat atas kemenangan Yoon.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Tak Ada Pintu Setop Perang Iran versus AS-Israel

Sabtu, 02 Mei 2026 | 04:02

Prabowo di Tengah Massa Buruh Tak Lagi Hadapi Kritik, tapi Terima Dukungan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 04:00

Pertama Kali Presiden RI Dielu-elukan Buruh

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:28

Polri Apresiasi Massa Buruh Tertib

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:20

Perpres Ojol 92 Persen Bisa Picu Kenaikan Tarif

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:01

Jumhur Hidayat Jadi Menteri LH: Politik Merangkul untuk Mengendalikan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:42

Waspada Gelombang Tinggi saat Libur Panjang Pekan Ini

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:19

Kaji Ulang Wacana Pemangkasan Jaminan Kesehatan Aceh

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:00

Perbedaan Lokasi May Day Tak Perlu Diperdebatkan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 01:32

Perpina DKI Serukan Kepemimpinan Perempuan Berdaya

Sabtu, 02 Mei 2026 | 01:06

Selengkapnya