Berita

Polda Banten berhasil menangkap 7 orang dan narkoba jenis sabu seberat 23 Kg/RMOLBanten

Presisi

Polda Banten Amankan 23 Kg Sabu dalam Koper, 7 Pelaku Ditangkap

KAMIS, 10 MARET 2022 | 00:55 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Upaya memerangi narkoba terus digalakkan oleh aparat kepolisian. Terbaru, Ditresnarkoba Polda Banten bersama Polres Pandeglang berhasil menggagalkan penyelundupan narkotika jenis sabu sebanyak 23 Kg.

Polisi melakukan penangkapan terhadap pelaku peredaran sabu di jalan raya penghubung Tanjung Lesung dan Sumur, tepatnya di Desa Banyuasih, Kecamatan Cigeulis, Pandeglang pada Selasa pagi, (8/3) sekitar Pukul 09.40 WIB.

Dalam pengungkapan ini petugas berhasil menangkap tujuh tersangka yakni ISB (44) warga Wanasalam Lebak, HD (35) warga Malingping Lebak, SPM (51) warga Jakarta, AF (34) warga Cikeusik Pandeglang, ES (37) warga Mandalawangi, Pandeglang, HS (21) warga Mandalawangi, Pandeglang dan AS (48) warga Mandalawangi, Pandeglang.


Kabid Humas Polda Banten Kombes Shinto Silitonga mengatakan, pengungkapan penyelundupan 23 kg sabu ini berawal dari informasi dari masyarakat.

Masyarakat memberikan informasi tentang aktivitas mencurigakan nelayan lokal dan orang non lokal yang membawa dua koper. Mereka diketahui warga pada pagi hari. Polisi langsung menindaklanjuti.

Setelah mengamankan ada dua koper besar yang ternyata berisi narkoba jenis sabu.

"Saat tiba di lokasi pada Selasa, (8/3) sekira 09.40 WIB, petugas mengamankan tiga orang di dalam mobil Kijang Innova yaitu HS als HERLI, ES als ENJA dan AS als ANAN di pinggir Jalan Raya penghubung Tanjung Lesung dan Sumur, tepatnya di Desa Banyuasih, Kecamatan Cigeulis, Pandeglang," ungkap Shinto saat press conference di Polda Banten, seperti diberitakan Kantor Berita RMOLBanten, Rabu, (9/3).

Saat dilakukan penggeledahan, dua buah koper tersebut berisi 23 bungkus besar sabu dengan berat sekitar 23 Kg, dengan rincian dalam koper merah terdapat 12 bungkus besar kemasan teh Cina merk Guan Yingyang berisi sabu, total sekitar 12 kg dan koper hitam terdapat 11 bungkus besar kemasan teh Cina merk Guan Yingyang berisi sabu, total sekitar 11 kg.

Shinto menjelaskan saat interogasi awal, AS als ANAN menyampaikan bahwa barang tersebut diambil dengan menggunakan perahu nelayan ke sumber di pantai barat Sumatera.

"Tersangka mengambil sabu tersebut menggunakan perahu nelayan ke pantai barat Sumatra, kemudian akan diedarkan di wilayah Pulau Jawa," ucap Shinto.

Selanjutnya penyidik Ditresnarkoba Polda Banten dan Satresnarkoba Polres Pandeglang melakukan pengembangan dan selanjutnya menangkap 4 tersangka lainnya di tempat bersandar perahu yang membawa sabu.

Diketahui perahu nelayan yang membawa koper berisi sabu tersebut berlabuh di pesisir pantai pelelangan ikan Muara Baru, Desa Kertajaya, Kecamatan Sumur, Pandeglang dan sudah disita oleh petugas.

"Untuk barang bukti yang diamankan yaitu koper merah terdapat 12 bungkus besar kemasan teh Cina merk Guan Yingyang berisi sabu total sekitar 12 Kg, koper hitam terdapat 11 bungkus besar kemasan teh Cina merk Guan Yingyang berisi sabu total sekitar 11 Kg, dengan total keseluruhan sabu sekitar 23 Kg, 1 unit mobil Kijang Innova, 1 unit kapal kincang dan 1 pucuk airsoftgun," tambah Shinto.

Shinto menyampaikan atas perbuatannya para tersangka akan dikenakan Pasal 114 UU 35/2009 tentang Narkotika yaitu mengedarkan narkotika golongan 1 bukan tanaman, diancam pidana minimal 5 tahun maksimal 20 tahun penjara, Pasal 112 UU 35/2009 tentang Narkotika yaitu menguasai narkoba golongan 1 bukan tanaman, diancam pidana minimal 4 tahun dan maksimal 12 tahun penjara dan Pasal 137 UU 35/2009 tentang Narkotika yaknk pencucian uang hasil peredaran gelap narkoba dengan ancaman pidana minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara.

Sementara itu, Kapolres Pandeglang, AKBP Belny Warlansyah menambahkan untuk barang bukti sebanyak 23 kilogram sabu.

"Peredaan narkoba jenis sabu ini, jika dijual belikan sekitar Rp23 Miliar untuk 23 Kilogram. Jadi untuk 1 Kilogram seharga Rp 1 Miliar," katanya.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Pelindo Dukung Konsolidasi Logistik BUMN Perkuat Integrasi Rantai Pasok Nasional

Kamis, 02 Juli 2026 | 00:16

Indonesia Harus Tegas Tolak LGBT!

Kamis, 02 Juli 2026 | 00:08

Catatan HUT ke-80 Polri

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:40

Bobby Nasution Pulangkan Kontingen Pesparawi Sumut dari Manokwari dengan Biaya Talangan

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:20

Ekodiplomasi di antara Geopolitik dan Kedaulatan Konservasi Indonesia

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:01

Danantara Sedang Membersihkan Warisan Lama BUMN

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:00

Hibah KNPI Kabupaten Bogor Menuai Polemik di Tengah Konflik Internal

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:00

Ketua MPR Bicara Islam Toleran dan Persatuan saat Bertemu Grand Mufti Uzbekistan

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:55

Papua Harus Dibangun Tanpa Kehilangan Manusianya

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:45

DPR Minta Transparansi Rencana Pengadaan Rudal BrahMos

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:44

Selengkapnya