Berita

Sekretaris Umum (Sekum) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof Abdul Mu'ti/Net

Politik

Usulan Penundaan Pemilu Tak Hanya Soal Konstitusi, Tapi Patut atau Tidak Patut

RABU, 09 MARET 2022 | 16:02 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Wacana penundaan Pemilu 2024 yang terkesan dibiarkan berlarut oleh Presiden Joko Widodo sarat dengan masalah dari sisi etika dan moral. Sebab, salah satu poin penting spirit Reformasi 1998 adalah pembatasan masa jabatan presiden.

Hal ini disampaikan Sekretaris Umum (Sekum) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof Abdul Mu'ti, saat menjadi narasumber dalam webinar bertajuk "Telaah Kritis Usul Perpanjangan Masa Jabatan Presiden dan Wakil Presiden" pada Rabu (9/3).

"Persoalan Pemilu ditunda itu, bisa dan tidak bisa, bisa iya bisa tidak, tergantung mau apa tidak. Persoalannya, benar atau tidak benar. Kalau kebenaran konstitusionalnya memang dipenuhi, semua persyaratan tidak dilanggar, ya tidak ada yang salah. Tapi, patut apa tidak patut, etik ini yang menjadi penting," papar Abdul Mu'ti.   


"Sehingga bicara pada peraturan, sekali lagi kalau bicara pada spiritnya, harus bicara pada nilai yang ada di dalamnya. Dua periode di dalam UUD 1945 amendemen itu tidak bisa kita lepaskan dari semangat reformasi," imbuhnya menegaskan.

Oleh karena itu, lanjut Abdul Mu'ti, yang diperlukan saat ini bukanlah rasionalisasi dari bagaimana aturan itu sendiri.

Sebab, jika hanya menggunakan logika semata tanpa etika dan moralitas kebangsaan, maka wacana penambahan masa jabatan Presiden bisa "diutak-atik".

"Tapi sekarang, kita bicara pada hati nurani kita, itu sesungguhnya tentang perpanjangan masa jabatan dan penundaan Pemilu sebagai bagian dari mekanisme yang sudah ada itu," pungkasnya.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

KPU akan Berulang Tahun ke-73 di November Tahun Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 12:22

Nasib Atlet Setelah Lampu Stadion Padam

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Trump: Perjanjian Damai dengan Iran akan Diteken Hari Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Pemuda 24 Tahun Jadi Tersangka Usai Bawa Botol Diduga Bom Molotov ke Aksi DPR

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:25

Ekonom Ungkap Akar Munculnya Narasi "Sell Indonesia"

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:41

KPK Bongkar Korupsi "Sempurna" di Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:39

Panggung Atraksi Wushu di Sekolah Rakyat Manado Pukau Mensos

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:01

Daya Beli Masyarakat Terancam Jika BBM Subsidi Ikut Naik

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:51

KPK Amankan Dokumen saat Geledah Kantor Hingga Rumah Dinas Bupati Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:44

Menhan Jepang Persembahkan Model Kapal Perang "Makasa" ke Prabowo di Kertanegara

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:31

Selengkapnya