Berita

Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan dan Presiden Joko Widodo/Net

Politik

Keretakan Kabinet Menguat Jika Kehadiran PAN Mengurangi Jatah Menteri Partai Koalisi

RABU, 09 MARET 2022 | 12:59 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Kehadiran Partai Amanat Nasional (PAN) dalam Kabinet Indonesia Maju jelas akan membuat marah partai koalisi Jokowi-Maruf. Alasannya, PAN tidak berkeringat sama sekali saat Pilpres 2019, tapi kini mengancam akan menggeser kursi menteri mereka.

Pengamat politik Jamiluddin Ritonga menilai, PAN seharusnya tidak perlu masuk dalam koalisi pemerintah. Karena, dengan masuknya PAN akan membuat keharmonisan partai koalisi pemerintah akan rusak dan justru memperburuk relasi antar partai.

"Keretakan kabinet akan semakin menguat bila masuknya PAN mengurangi jatah menteri dari partai koalisi lainnya. Hal ini akan semakin memperlemah soliditas kabinet Jokowi-Ma’ruf,” kata Jamiluddin kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu(9/3).


Mantan dekan FIKOM IISIP ini menambahkan Jokowi harus menggeser menterinya dari kalangan profesional. Jika menggeser posisi kader partai koalisi, maka akan memperburuk relasi Jokowi dengan para pendukungnya.

"Karena itu, kalau pun PAN masuk kabinet, kemungkinan menteri yang diganti berasal dari profesional. Hal ini dapat memperkecil peluang keretakan di kabinet,” katanya.

"Keretakan kabinet tentu tidak diinginkan Jokowi. Sebab, kalau hal ini terjadi, maka partai koalisi akan semakin tidak kompak. Hal ini dapat semakin melorotkan kinerja kabinet Jokowi,” demikian Jamiluddin.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Prabowo Apresiasi Rahmat Erwin Usai Raih Emas dan Pecahkan Rekor Dunia

Minggu, 27 September 2026 | 12:11

Partai Koalisi Bela Prabowo Mati-matian tapi Diam Saat Gibran Dikritik

Minggu, 27 September 2026 | 12:05

Daftar 10 Wilayah Terpanas 27 September 2026, Suhu Capai 37,4 Derajat

Minggu, 27 September 2026 | 11:57

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Spesifikasi Samsung Galaxy A08 Resmi Meluncur di Indonesia, Baterai 6.000 mAh

Minggu, 27 September 2026 | 11:37

Indonesia Calonkan Diri untuk Kursi Tidak Tetap DK PBB Periode 2029-2030

Minggu, 27 September 2026 | 11:04

Tak Ada Satupun Partai Koalisi Pasang Badan saat Gibran Hadapi Gugatan Ijazah

Minggu, 27 September 2026 | 10:31

KPK Amankan Perhiasan Diduga Emas Saat Geledah Kanwil BPN Jatim

Minggu, 27 September 2026 | 10:17

Perang Abad 21 Sudah Dimulai, tapi Mukan di Medan Tempur

Minggu, 27 September 2026 | 10:05

Sugiono: RI Percaya PBB, Tapi Multilateralisme Harus Lebih Representatif dan Gesit

Minggu, 27 September 2026 | 09:27

Selengkapnya