Berita

Menteri Luar Negeri Malaysia Saifuddin Abdullah/Net

Dunia

Soal Invasi Rusia, Menlu Malaysia: Jika Perlu Sanksi Dijatuhkan, tapi Harus Lewat PBB

RABU, 09 MARET 2022 | 08:42 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Malaysia telah berkomitmen untuk tidak akan menjatuhkan sanksi kepada Rusia atas invasinya ke Ukraina. Terlepas dari keputusan Malaysia mendukung resolusi PBB untuk mengutuk tindakan Rusia.

Menteri Luar Negeri Malaysia Saifuddin Abdullah mengatakan, sanksi tidak bisa dilakukan sepihak, dan harus melalui PBB.

Hal itu ia sampaikan ketika menanggapi pertanyaan di perlemen terkait kemungkinan pemerintah memberikan sanksi kepada Rusia lantaran invasinya yang banyak menjatuhkan warga sipil di Ukraina.


"Prinsip kami adalah kami tidak setuju dengan sanksi sepihak," ujarnya, seperti dikutip Bernama.

“Sebagai anggota Dewan Hak Asasi Manusia, kami telah menyarankan pertama, gencatan senjata dan kedua, untuk melanjutkan pembicaraan. Dan jika perlu, sanksi dapat dijatuhkan. Namun, kami belum mencapai tahap itu. Jika perlu, itu harus dilakukan melalui PBB," tambahnya.

Saifuddin menilai negara-negara perlu berhati-hati atas sanksi karena dapat mempengaruhi warga sipil.

Berdasarkan data dari MIDF (Malaysian Industrial Development Finance Berhad), krisis di Ukraina akan memiliki dampak langsung yang minimal untuk Malaysia. Itu karena ukuran gabungan perdagangan dengan Ukraina dan Rusia hanya mencakup 0,5 persen dari total perdagangan Malaysia.

Namun, Komite Pemilihan Khusus Parlemen Malaysia untuk Urusan Internasional percaya perlu mengambil sikap atas peristiwa di Ukraina, dimulai dengan mengutuk agresi Rusia.

Di ASEAN, delapan dari sepuluh anggotanya memberikan suara mendukung atas resolusi PBB. Namun sejauh ini ASEAN tidak memberikan kecaman atas tindakan Rusia.

Sejauh ini, hanya Singapura yang telah mengambil sikap dengan memberlakukan sanksi pada Rusia.

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Transformasi Besar-besaran Prabowo Bikin Banyak Orang Kaget

Minggu, 21 Juni 2026 | 14:14

Wapres AS Tiba di Swiss untuk Perundingan Damai dengan Iran

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:50

KPK Ungkap Modus Pinjam Bendera di Proyek Gedung Pemkab Lamongan

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:19

Prabowo Ucapkan Selamat Ulang Tahun ke-65 untuk Jokowi Lewat Instagram

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:05

Tidak Kena Pajak Daerah, Lapangan Golf Senayan Ottolima Layak Dievaluasi

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:04

Pemerintah Sambut Kritik Mahasiswa sebagai Penyempurna Kebijakan

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:00

Nanik S. Deyang Dituntut Audit Total BGN dan Program MBG

Minggu, 21 Juni 2026 | 12:32

Pemerintah Harus Siapkan Solusi Jangka Panjang Usai Pemadaman Listrik Bergilir di Jawa

Minggu, 21 Juni 2026 | 12:24

KPK-Pemprov DKI Sebarkan Pesan Antikorupsi Lewat Halte Setiabudi Integritas

Minggu, 21 Juni 2026 | 12:22

Seskab dan Kepala BNN Diskusikan Ancaman Peredaran Narkoba Lewat Vape

Minggu, 21 Juni 2026 | 11:59

Selengkapnya