Berita

Founder KedaiKOPI, Hendri Satrio/Net

Politik

Hensat: Mahfud MD Harusnya Berani Ingatkan Ring-1 Istana Soal Isu Penundaan Pemilu 2024

SELASA, 08 MARET 2022 | 12:59 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Bantahan pemerintah melalui Menko Polhukam Mahfud MD soal wacana penundaan Pemilu 2024 dan penambahan masa jabatan Presiden Joko Widodo, dinilai belum cukup.

Mahfud MD harusnya berani mengingatkan pihak-pihak yang berada di lingkaran utama Istana, dalam hal ini orang dekat Jokowi, soal wacana yang telah bikin gaduh di masyarakat itu.

"Seharusnya Pak Mahfud memperingatkan lingkaran satu Istana untuk tidak lagi mengorkestrasi isu-isu yang ada kaitannya dengan penundaan Pemilu atau penambahan masa jabatan presiden," kata Founder KedaiKOPI, Hendri Satrio, dalam keterangannya, Selasa (8/3).


Itu penting dalam rangka memastikan tidak ada lagi pihak-pihak di ring-1 Istana yang "menggoda" Presiden Jokowi larut dalam upaya melanggengkan kekuasaan.  
"Harusnya Menko Polhukam tegas, supaya apa? Supaya tidak ada lagi satu pun pihak-pihak dalam lingkar satu istana berusaha mengorkestrasi hal-hal yang ada kaitannya dengan pengkhianatan terhadap demokrasi dan usaha-usaha mengkudeta KPU," tegas Hensat, sapaan akrabnya.

Terlepas dari itu, Hensat bersyukur jika pemerintah tidak membahas penundaan Pemilu 2024. Sebab, sudah seharusnya pemerintah patuh terhadap konstitusi dan jadwal Pemilu yang sudah ditetapkan KPU RI bersama DPR RI.

"Memang seharusnya saat ini pemerintahan segera memperkuat struktur penguatan untuk membantu KPU melaksanakan pemilu sesuai dengan jadwalnya 14 Februari 2024," tuturnya.

"Saya apresiasi apa yang dilakukan Pak Mahfud. Semoga kita tetap menjaga demokrasi dan sampai jumpa pada 14 Februari 2024," demikian Hensat.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

KPU akan Berulang Tahun ke-73 di November Tahun Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 12:22

Nasib Atlet Setelah Lampu Stadion Padam

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Trump: Perjanjian Damai dengan Iran akan Diteken Hari Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Pemuda 24 Tahun Jadi Tersangka Usai Bawa Botol Diduga Bom Molotov ke Aksi DPR

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:25

Ekonom Ungkap Akar Munculnya Narasi "Sell Indonesia"

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:41

KPK Bongkar Korupsi "Sempurna" di Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:39

Panggung Atraksi Wushu di Sekolah Rakyat Manado Pukau Mensos

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:01

Daya Beli Masyarakat Terancam Jika BBM Subsidi Ikut Naik

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:51

KPK Amankan Dokumen saat Geledah Kantor Hingga Rumah Dinas Bupati Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:44

Menhan Jepang Persembahkan Model Kapal Perang "Makasa" ke Prabowo di Kertanegara

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:31

Selengkapnya