Berita

Presiden Joko Widodo/Net

Dunia

Sayangkan Gagalnya Gencatan Senjata Rusia-Ukraina, Jokowi: Perang adalah Persoalan Ego

SELASA, 08 MARET 2022 | 12:57 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo kembali bersuara perihal konflik yang terjadi antara Rusia dan Ukraina yang semakin memanas.

Lewat cuitannya di Twitter pada Selasa siang (8/3), Jokowi menyayangkan kembali gagalnya dialog perdamaian untuk mencapai gencatan senjata.

"Gagalnya kesepakatan gencatan senjata di Ukraina bukan hanya mendorong eskalasi konflik bersenjata, tetapi semakin bertambahnya korban jiwa dan krisis kemanusiaan di Ukraina," kata Jokowi.


Jokowi juga menekankan pentingnya mengesampingkan ego, alih-alih memprioritaskan kepentingan kemanusiaan.

"Perang adalah persoalan ego, melupakan sisi kemanusiaan, dan hanya menonjolkan kepentingan dan kekuasaan," ucap dia.

Menyoroti hal ini, Jokowi mengutip data dari badan pengungsi PBB, UNHCR, yang menyebut sudah ada 1,2 juta orang Ukraina yang mengungsi ke negara lain karena situasi perang.

"Apabila krisis berlanjut, niscaya akan terjadi krisis pengungsi terbesar sepanjang abad. Inilah yang harus kita sama-sama cegah agar jangan sampai terjadi," tegasnya.

Kemarin, Senin (7/3), Rusia mengumumkan gencatan senjata sepihak dan membuka koridor kemanusiaan di lima kota Ukraina, yaitu Kiev, Chernihiv, Sumy, Kharkiv, dan Mariupol. Langkah tersebut diambil agar bisa dilakukan evakuasi warga di lima kota itu.

Sementara itu, saat ini delegasi Rusia dan Ukraina sudah memasuki putaran ketiga dialog perdamaian. Namun belum ada tanda-tanda hasil yang positif dari upaya tersebut.

Rusia memulai apa yang mereka sebut sebagai "Operasi Militer Khusus" ke Ukraina pada 24 Februari. Ratusan kobran jiwa dan korban luka berjatuhan akibat serangan-serangan Rusia ke Ukraina.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Harga Emas Antam Hari Ini Kembali Pecah Rekor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:12

Kritik Pandji Tak Perlu Berujung Saling Lapor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:05

AHY Gaungkan Persatuan Nasional di Perayaan Natal Demokrat

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:02

Iran Effect Terus Dongkrak Harga Minyak

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:59

IHSG Dibuka Menguat, Rupiah Melemah ke Rp16.872 per Dolar AS

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:42

KBRI Beijing Ajak WNI Pererat Solidaritas di Perayaan Nataru

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:38

Belajar dari Sejarah, Pilkada via DPRD Rawan Picu Konflik Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:31

Perlu Tindakan Tegas atas Konten Porno di Grok dan WhatsApp

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:30

Konflik Terbuka Powell dan Trump: Independensi The Fed dalam Ancaman

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:19

OTT Pegawai Pajak Momentum Perkuat Integritas Aparatur

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:16

Selengkapnya