Berita

Presiden Rusia Vladimir Putin/Net

Dunia

Dibombardir 2.778 Sanksi Sejak Invasi Ukraina, Rusia jadi Negara Paling Terkena Sanksi di Dunia

SELASA, 08 MARET 2022 | 08:41 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Rusia telah menyandang predikat baru sebagai negara paling terkena sanksi di dunia. Jumlah sanksi yang didapatkan Rusia sejak menginvasi Ukraina telah melampaui Iran, Suriah, dan Korea Utara.

Situs yang melacak sanksi global, Castellum.AI mencatat Rusia memiliki 2.754 sanksi hingga 22 Februari sebelum Presiden Rusia Vladimir Putin mengakui Donetsk dan Luhansk di Ukraina sebagai wilayah independen, dan diikuti invasi pada 24 Februari.

Namun sejak invasi hingga Senin (7/3), sebanyak 2.778 sanksi telah dijatuhkan kepada Rusia. Totalnya, Rusia memiliki 5.532 sanksi.


Jika dibandingkan, sanksi yang dimiliki Rusia saat ini adalah yang paling banyak di dunia, melewati Iran dengan 3.616 sanksi, Suriah dengan 2.608 sanksi, dan Korea Utara yang memiliki 2.077 sanksi.

"Ini adalah perang nuklir finansial dan peristiwa sanksi terbesar dalam sejarah," kata salah satu pendiri Catellum. AI Peter Piatetsky.

"Rusia berubah dari menjadi bagian dari ekonomi global menjadi satu-satunya target sanksi global terbesar dan paria keuangan dalam waktu kurang dari dua minggu," lanjutnya, seperti dikutip Bloomberg.

Sebagian besar sanksi sebelumnya dijatuhkan terhadap Rusia terkait dengan campur tangan dalam pemilihan presiden AS 2016 dan serangan terhadap pembangkang politik di Rusia dan luar negeri.

Sanksi baru sebagian besar menghantam individu, termasuk pejabat tinggi Rusia dan oligarki yang memiliki koneksi ke Putin.

Daftar perusahaan swasta yang terus bertambah juga telah menangguhkan operasi di Rusia dan Belarusia, yang bekerja sama dengan Rusia, yang semakin melumpuhkan perekonomian negara.

Swiss memiliki sanksi terbanyak terhadap Rusia dengan 568 sanksi, diikuti oleh Uni Eropa dengan 518 sanksi, Prancis dengan 512 sanksi dan Amerika Serikat dengan 243 sanksi.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Tak Ada Pintu Setop Perang Iran versus AS-Israel

Sabtu, 02 Mei 2026 | 04:02

Prabowo di Tengah Massa Buruh Tak Lagi Hadapi Kritik, tapi Terima Dukungan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 04:00

Pertama Kali Presiden RI Dielu-elukan Buruh

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:28

Polri Apresiasi Massa Buruh Tertib

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:20

Perpres Ojol 92 Persen Bisa Picu Kenaikan Tarif

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:01

Jumhur Hidayat Jadi Menteri LH: Politik Merangkul untuk Mengendalikan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:42

Waspada Gelombang Tinggi saat Libur Panjang Pekan Ini

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:19

Kaji Ulang Wacana Pemangkasan Jaminan Kesehatan Aceh

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:00

Perbedaan Lokasi May Day Tak Perlu Diperdebatkan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 01:32

Perpina DKI Serukan Kepemimpinan Perempuan Berdaya

Sabtu, 02 Mei 2026 | 01:06

Selengkapnya