Berita

Presiden Joko Widodo/Net

Politik

Puji Ketegasan Mahfud, Demokrat: Presiden Lebih Setia Konstitusi daripada Ikuti Rayuan Partai Rakus Kuasa

SELASA, 08 MARET 2022 | 07:59 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pujian disampaikan kader Partai Demokrat kepada Presiden Joko Widodo setelah Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) memberi penegasan Istana tidak pernah membahas penambahan masa jabatan presiden maupun penundaan pemilu.

Apalagi, Mahfud juga menegaskan bahwa Presiden Jokowi sudah dua kali memimpin rapat kabinet yang isinya meminta Menko Polhukam, Mendagri, dan Ka BIN untuk memastikan gelaran pemilu 2024 berjalan.

Wasekjen DPP Partai Demokrat Jansen Sitindaon menyampaikan rasa terima kasih kepada Presiden Jokowi, yang telah berkomitmen mempertahankan siklus pemilu reguler dan pergantian kekuasaan yang sudah berjalan 20 tahun terakhir.


“Nafsu mereka yang mengusung ide ini musibah bagi demokrasi dan perjalanan bangsa kita!” tuturnya lewat akun Twitter pribadi, Senin (7/3).

Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Benny K. Harman menyampaikan hal serupa.

“Luar biasa Presiden Jokowi,” pujinya.

Menurut anggota Komisi III DPR RI ini, jika memang Jokowi tidak pernah melakukan pembahasan pemilu dan telah setuju dengan gelaran Pemilu 2024, maka itu menandakan bahwa mantan Walikota Solo tersebut orang yang taat konstitusi.

“Beliau lebih setia kepada konstitusi dan taat pada sumpahnya daripada setia dan mengikuti rayuan partai-partai dan orang-orang di sekitarnya yang, mohon maaf, rakus kekuasaan dan ingin menampar muka Presiden Jokowi,” ujar Benny Harman.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya