Berita

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky/Net

Dunia

Tolak Syarat yang Diajukan Kremlin, Zelensky: Ini Namanya Ultimatum, Kami Tidak Bersedia!

SELASA, 08 MARET 2022 | 07:58 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Sejumlah tuntutan yang disampaikan juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mendapat penolakan dari Presiden Volodymyr Zelensky.  

Dalam pernyatannya, Zelensky mengatakan bahwa negaranya tidak akan menyerah pada tuntutan Moskow. Apa yang diajukan Moskow untuk mengakhiri perang tidak sesederhana yang dibayangkan.

Peskov pada Senin (7/3) mengatakan kepada Reuters bahwa perang bisa berakhir lebih cepat jika Ukraina menyetujui empat syarat, antara lain tidak memasuki NATO, mengakui Krimea sebagai wilayah Rusia, mengakui Luhansk dan Donetsk sebagai wilayah independen, dan terakhir menghentikan semua aksi militer.


Menanggapi permintaan Peskov, Zelensky mengatakan kepada ABC News bahwa 'mengakui wilayah' itu lebih sulit daripada yang terlihat dan mengatakan syarat yang diajukan Rusia lebih terdengar sebagai ultimatum.

"Kami tidak siap untuk ultimatum, tetapi kami memiliki solusi yang mungkin, resolusi untuk tiga item utama ini," kata Zelensky kepada ABC News.

"Yang perlu dilakukan adalah Presiden Putin mulai berbicara daripada hidup dalam gelembung informasi tanpa oksigen," katanya.

Aneksasi Krimea oleh Rusia pada tahun 2014 mendapat kecaman internasional karena dianggap melanggar hukum internasional. Namun, Sergey Aksyonov, kepala Krimea, mengatakan kepada TASS bahwa pengakuan internasional akan terjadi "cepat atau lambat" karena "tidak ada jalan lain."

Pada bulan Februari, Putin membuat seruan serupa kepada dunia untuk mengakui Krimea sebagai bagian dari Rusia.

Putin juga telah mendorong Ukraina untuk menghentikan upayanga untuk menjadi anggota NATO, dengan alasan bahwa ekspansi aliansi ke barat menempatkan Rusia dalam risiko.

Beberapa pihak menyalahkan NATO atas konflik saat ini di Ukraina , tetapi tidak jelas apakah Zelensky akan menyerahkan potensi keanggotaannya.

Rusia dan Ukraina telah terlibat dalam beberapa putaran pembicaraan damai, tetapi sejauh ini, mereka belum mencapai banyak kemajuan. Seorang penasihat Zelensky mengatakan pembicaraan baru pada hari Senin berakhir setelah sekitar empat jam tanpa terobosan besar.

Populer

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

UPDATE

Obituari Dudi Sudibyo

Senin, 16 Maret 2026 | 21:36

Sekda Jateng Diperiksa Kejati

Senin, 16 Maret 2026 | 21:12

Mendes Optimistis Ekonomi Desa Bergerak Bersama Pemudik

Senin, 16 Maret 2026 | 21:06

Kopra by Mandiri Pertahankan Gelar Best Trade Finance Provider in Indonesia 2026

Senin, 16 Maret 2026 | 20:58

Lebih dari 32 Ribu Orang Ikut Mudik Gratis Presisi 2026

Senin, 16 Maret 2026 | 20:58

Kunjungi Kantor Agrinas, Menkop Godok Operasional Kopdes

Senin, 16 Maret 2026 | 20:49

Media Berperan Penting sebagai Pilar Demokrasi

Senin, 16 Maret 2026 | 19:48

PT KAI Bangun 5.484 Rusun Nempel Stasiun di Empat Kota

Senin, 16 Maret 2026 | 19:28

Survei Konsumen: Komitmen Lingkungan Jadi Penentu Pilihan AMDK

Senin, 16 Maret 2026 | 19:14

Untung dari Perang

Senin, 16 Maret 2026 | 19:05

Selengkapnya