Berita

Pasokan senjata untuk Ukraina/Net

Dunia

Lolos dari "Mata Elang" Rusia, 17 Ribu Senjata Antitank dari AS dan Barat Tiba di Ukraina

SENIN, 07 MARET 2022 | 15:43 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Sebanyak lebih dari 17 ribu senjata antitank, termasuk rudal Javelin, telah dikirim oleh Amerika Serikat (AS) dan negara-negara NATO ke Ukraina hanya dalam kurun waktu enam hari.

Senjata-senjata tersebut dikirim menggunakan pesawat kargo militer ke Polandia dan Rumania, kemudian melewati jalur darat menuju Kiev dan kota-kota besar lainnya.

Menurut laporan The Japan Times pada Senin (7/3), pasukan Rusia tampaknya sudah dibuat sibuk di bagian lain sehingga tidak menargetkan jalur pasokan senjata.


Terlepas dari pasokan senjata tersebut, dikatakan masih ada pangkalan-pangkalan tersembunyi di sekitar Eropa Timur atau disebut "tim sibermisi", yang disiagakan untuk mengganggu serangan dan komunikasi digital Rusia.

Di samping itu, saat ini AS juga tengah berkoordinasi dengan Polandia untuk mengirim jet tempur era Uni Soviet, MIG-29, ke Ukraina. Sebagai imbalannya, AS akan mengirimkan F-16 kepada Polandia.

Selama kunjungan ke Moldova pada Minggu (6/3), Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan koordinasi masih berlangsung, namun belum ada waktu pasti kapan pengerahan jet ke Ukraina dapat dilakukan.

"Kami sekarang secara aktif membahas tentang pesawat yang mungkin disediakan Polandia ke Ukraina dan melihat bagaimana kami dapat mengisi ulang jika Polandia memutuskan untuk memasok pesawat-pesawat itu," kata Blinken

Namun para pemimpin Polandia mengatakan belum ada kesepakatan terkait hal tersebut.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Bos Exxon Prediksi Harga Minyak Bakal Lebih Meledak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 14:21

SSMS Bagikan Dividen Rp800 Miliar dari Laba 2025

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:51

Postidar Kecam Video Diduga Pernyataan Amien Rais soal Sekkab Teddy

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:18

Bank Dunia Proyeksikan Harga Emas dan Perak Turun pada 2027

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:00

Hardiknas 2026, Komisi X DPR Ingin Pendidikan Berkualitas Merata ke Pelosok

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:37

Polda Metro Pulangkan 101 Orang yang Diamankan Saat May Day

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:30

China Minta PBB Tinjau Ulang Rencana Penarikan Pasukan UNIFIL dari Lebanon

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:21

Ratusan Demonstran Ditangkap dalam Aksi Hari Buruh di Turki

Sabtu, 02 Mei 2026 | 11:17

Komisi III DPR: Pemberantasan Narkoba Tak Boleh Kendor!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:59

Yen Bergolak: Intervensi Jepang Paksa Dolar AS Rasakan Kerugian Mingguan Terburuk

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:41

Selengkapnya