Berita

Syahganda Nainggolan bersama Jumhur Hidayat saat menyinggung usulan perpendekan masa jabatan Presiden Jokowi berkahir di tahun 2022/Repro

Politik

Usulkan Referendum Perpendek Jabatan Presiden, Syahganda: Sudah Cukup Pak Jokowi, Apa Lagi yang Kau Banggakan

SENIN, 07 MARET 2022 | 05:59 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Presiden Joko Widodo diminta segera mengurungkan niatnya untuk memperpanjang masa jabatan presidennya. Sebab, tidak ada lagi prestasi yang bisa dibanggakan untuk melanjutkan kepemimpinannya.

Ketua Dewan Direktur Lembaga Kajian Publik Sabang-Merauke Circle (SMC), Syahganda Nainggolan mengatakan, ia kerap berinteraksi dengan banyak aktivis, diantaranya Rocky Gerung, Jumhur Hidayat dan juga Ferry Juliantono.

Dikatakan Syahganda, tidak ada alasan logis jika rezim Jokowi harus ditambah masa jabatannya. Ia kemudian mengungkapkan data bahwa angka stunting Balita di Jakarta Timur menyentuh seribu kasus lebih. Di Semarang, Jawa Tengah angkanya juga menyentuh 1.367 kasus.


Dengan mengungkap data yang ia cari di media massa itu, Syahganda ingin menyatakan bahwa data itu menjadi potret kemiskinan hari ini sudah melebihi era orde baru. Sebab, saat itu kejadian stunting (busung lapar) hanya ada di Papua, Lampung dan di Rumping, Kabupaten Bogor.  

Ia menilai, yang terjadi hari ini justru kebobrokan pemerintah itu dimanipulasi dengan angka survei kepuasan masyarakat yang menyentuh 73 persen.

"Ini bukan politik hope (harapan), kita harus the truth krisis hari ini jauh lebih gawat dari krisis 98, ini malah Jokowi seperti pokoknya gue mau berkuasa terus," demikian kata Syahganda seperti dikutip dari tayangan Realita TV, Senin pagi (7/3).

Aktivis Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) ini mengaku senang ketika muncul wacana penundaan Pemilu 2024. Dikatakan Syahganda, dengan munculnya isu perpanjangan jabatan Presiden, akan jadi momentum untuk memunculkan isu perpendekan.

Secara detail, Syahganda menjelaskan, rakyat harus menyambut ide rezim Jokowi ini dengan mengadakan referendum pada tahun ini. Ia pun mengusulkan proses referendum diawasi oleh Perserikatan Bangsa bangsa (PBB).

"Kalau saya sebagai rakyat usul diadakan referendum dengan PBB mengawasi. Kalau Jokowi yakin 73 persen mendukung bila perlu minta sampai 2050, saya yakin kalau referendum rakyat memilih Jokowi mundur tahun 2022," demikian usulan Syahganda.

Keyakinan Syahganda rakyat pilih Jokowi mundur atas dasar beberapa hal. Saat ini, diungkapkan Syahganda minyak goreng langka, harga kedelai mahal dan masyarakat kesusahan mendapatkanya.

Pendapat Syahganda, kondisi krisis makin memburuk karena Jokowi malah ngotot membangun ibu kota negara (IKN). Menurut dia sumber uang pembangunan IKN akan didapat dari utang luar negeri.

Ia menyarankan kepada Jokowi untuk segera mengakhiri jabatannya sebagai Presiden. '
 
"Sudah cukup dong pak, apa yang kau banggakan lagi, utang lagi untuk IKN, sudahlah selesai saja di tahun 2022 dengan referendum. Kalau tidak (referendum) kita tidak bisa diuji di publik," demikian harapan Syahganda.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Gus Lilur Ungkap Pencatutan Nama Prabowo di Muktamar NU, Duit Ratusan Miliar Diduga Mengalir

Minggu, 27 September 2026 | 22:06

DIM RUU Ketenagakerjaan Membengkak

Minggu, 27 September 2026 | 20:53

Semarak Diwali Mulai Terasa di Jakarta Lewat Diwali Bazaar 2026

Minggu, 27 September 2026 | 20:30

Syarat Capres Didukung Minimal Dua Fraksi Bisa Mengunci Suara Rakyat

Minggu, 27 September 2026 | 19:52

Ustaz Das’ad Latif Ajak Warga Hidup Sesuai Kemampuan

Minggu, 27 September 2026 | 19:31

Di Malaysia, Utusan MUI Sampaikan Pesan Kemerdekaan untuk Palestina

Minggu, 27 September 2026 | 19:17

DPD Geram, Buku Memburu Muhammad Diduga Lecehkan Agama Islam

Minggu, 27 September 2026 | 18:50

Setelah Viral, Dishub Sidak Tarif Valet di Jaksel

Minggu, 27 September 2026 | 18:31

Mantan Bendahara PPP Habil Marati Wafat

Minggu, 27 September 2026 | 18:17

Dugaan Penyelewengan Bantuan Kemanusiaan di Kamp Tindouf Mencuat

Minggu, 27 September 2026 | 17:41

Selengkapnya