Berita

Pernyataan Presiden Jokowi tetkait penundaan Pemilu dinilai abu-abu/Net

Politik

Pernyataannya Abu-abu, Jokowi Isyaratkan Setujui Wacana Penundaan Pemilu 2024

SENIN, 07 MARET 2022 | 05:18 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Pernyataan Presiden Joko Widodo dalam merespons usulan penundaan Pemilihan Umum dinilai abu-abu dan tidak tegas.

Direktur Eksekutif Democracy and Electoral Empowerment Partnership (DEEP) Indonesia, Neni Nur Hayati berpendapat, frasa dan diksi yang disampaikan kepada publik terkait penundaan Pemilu dengan istilah menjadi bagian dari demokrasi terkesan paradoks dan multitafsir.

Menurut Neni, sebuah pernyataan politik seseorang seharusnya bermakna ekstrem dan tunggal. Artinya, atas sikap Jokowi makna yang disampaikan dalam komunikasi publik itu mestinya ekstrem dan tunggal. Artinya, tidak ada tafsir lain karena yang disampaikan dengan tegas dan lugas.


"Kalau pernyataan Jokowi abu-abu begini mengisyaratkan bahwa Jokowi pun seolah setuju dengan wacana yang penundaan pemilu 2024 atau dengan kata lain memperpanjang kekuasaannya menjadi presiden," demikian kata Neni kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (7/3).

Lebih lanjut Neni mengatakan, dugaan publik bisa dibenarkan jika menduga ada keterlibatan Istana dalam mendorong wacana penundaan Pemilu tahun 2024 mendatang.

Sebab, dalam komunikasi politik, bisa saja dengan siapa yang diminta untuk memainkan kesepakatan politik yang telah dilakukan.

Ia pun mendorong Presiden Jokowi menyampaikan diksi tegas terkait sikap penolakan terhadap wacana penundaan Pemilu 2024.

"Saya mendorong kepada Pak Jokowi untuk menyampaikan diksi secara tegas dan lugas kepada publik untuk benar benar patuh padw konstitusi," pungkas Neni.

Publik curiga Presiden Jokowi benar-benar ada di balik wacana penundaan Pemilu 2024 karena pernyataannya berbeda dengan tahun 2019 silam.

Saat merespons wacana presiden 3 periode, Jokowi ketika itu mengatakan bahwa salah satu motif pihak yang mengusulkan jabatan presiden 3 periode adalah menampar mukanya. Selain itu, Jokowi menduga pengusul wacana itu sengaj ingin menjerumuskan dirinya.

Saat ini Jokowi menjawab menguatnya wacana penundaan Pemilu dengan kalimat terkesan mengambang. Mengatakan akan taat dan patuh pada konstitusi.

Di sisi lain, Jokowi mengatakan sebagai negara demokrasi, setiap orang boleh menyampaikan pendapatnya, termasuk mewacanakan penundaan Pemilu.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya