Berita

Pengamat hubungan internasional Sudarnoto Abdul Hakim/Net

Dunia

Sudarnoto Abdul Hakim: Sebagai Sahabat Dua Negara, Indonesia Punya Peluang Mendamaikan Rusia-Ukraina

MINGGU, 06 MARET 2022 | 16:15 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Eskalasi yang terus meningkat antara Rusia dan Ukraina semakin mengkhawatirkan, dan menelan semakin banyak korban jiwa.

Di samping itu, serangan Rusia terhadap Ukraina juga telah berdampak luas, baik bagi politik, keamanan, ekonomi, sosial, hingga kesehatan.

Untuk itu, pengamat hubungan internasional Sudarnoto Abdul Hakim mendorong agar semua pihak menahan diri. Amerika Serikat (AS) dan NATO juga diharapkan untuk tidak memperburuk keadaan.


Hal tersebut disampaikan oleh Sudarnoto dalam keterangan tertulisnya kepada Kantor Berita Politik RMOL pada Sabtu (5/3). Dalam keterangan tersebut, ia menekankan seluruh pernyataannya merupakan pandangan pribadi.

Menurut Sudarnoto, agresi militer yang dilakukan oleh Rusia tidak akan menyelesaikan masalah secara mendasar, terlepas dari apa pun motifnya.

"Agresi ini justru menimbulkan perlawanan yang semakin kuat dari pihak Ukraina dengan berbagai akibatnya," ujar dosen hubungan internasional UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu.

Jika mengacu pada pengalaman sejarah, ia lanjutkan, agresi akan melibatkan elemen masyarakat yang luas. Ini juga telah terjadi di Ukraina, di mana pemerintah telah memobilisasi warga sipil untuk ikut membela tanah air.

"Semangat heroisme, patriotisme, nasionalisme saat ini sedang diperkuat di Ukraina untuk melawan dan juga mengalahkan serta menghancurkan militer Rusia. Karena itu, pendekatan agresif-militeristik ini tidak sekadar akan menghancurkan banyak hal, akan tetapi juga tidak akan menyelesaikan persoalan pokok yang dihadapi oleh Rusia dan Ukraina," jelasnya.

Dampak ini utamanya akan sangat dirasakan oleh anak-anak, dengan masa depan yang suram.

Selain itu, semakin memanasnya situasi juga membuat beberapa negara ikut terseret dalam perseteruan, baik secara langsung dan tidak langsung, sehingga skala pertempuran akan meluas.

"Negara besar seperti Amerika dan beberapa negara lainnya yang tergabung dalam NATO misalnya, hemat saya, harus mampu mengendalikan diri dan tidak perlu memanas-manasi situasi sehingga memperlanggeng persengketaan Rusia-Ukraina," urai Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional ini.

Oleh karenanya, Sudarnoto mendorong agar penyelesaian konflik dapat dilakukan di meja perundingan. Pemerintah Indonesia juga diharapkan bisa memiliki peran yang lebih strategis dalam mengupayakan perdamaian Rusia dan Ukraina.

"Sebagai sahabat Rusia dan Ukraina, Indonesia besar berpeluang untuk meyakinkan Rusia agar menghentikan serangan terhadap Ukraina dan duduk bersama dengan Ukraina kembali untuk membahas dan melaksanakan langkah-langkah perdamaian," tutupnya.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Bos Exxon Prediksi Harga Minyak Bakal Lebih Meledak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 14:21

SSMS Bagikan Dividen Rp800 Miliar dari Laba 2025

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:51

Postidar Kecam Video Diduga Pernyataan Amien Rais soal Sekkab Teddy

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:18

Bank Dunia Proyeksikan Harga Emas dan Perak Turun pada 2027

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:00

Hardiknas 2026, Komisi X DPR Ingin Pendidikan Berkualitas Merata ke Pelosok

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:37

Polda Metro Pulangkan 101 Orang yang Diamankan Saat May Day

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:30

China Minta PBB Tinjau Ulang Rencana Penarikan Pasukan UNIFIL dari Lebanon

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:21

Ratusan Demonstran Ditangkap dalam Aksi Hari Buruh di Turki

Sabtu, 02 Mei 2026 | 11:17

Komisi III DPR: Pemberantasan Narkoba Tak Boleh Kendor!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:59

Yen Bergolak: Intervensi Jepang Paksa Dolar AS Rasakan Kerugian Mingguan Terburuk

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:41

Selengkapnya