Berita

Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson/Net

Dunia

Boris Johnson: Kecaman Saja Tidak Cukup, Dunia Harus Pastikan Invasi Rusia ke Ukraina Gagal

MINGGU, 06 MARET 2022 | 08:30 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Perlu ada tindakan lain yang dilakukan oleh masyarakat internasional untuk memastikan invasi Rusia ke Ukraina gagal.

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengatakan, pernyataan dukungan atau kecaman tidak cukup membantu Kiev.

“Putin harus gagal dan harus terlihat gagal dalam tindakan agresi ini,” kata Johnson, seperti dikutip The National.


“Tidaklah cukup untuk menyatakan dukungan kami untuk tatanan internasional berbasis aturan, kita harus mempertahankannya dari upaya berkelanjutan untuk menulis ulang aturan oleh kekuatan militer," tambahnya.

Menurut Downing Street, Johnson akan melakukan pembicaraan dengan sesama pemimpin untuk membahas langkah-langkah menanggapi serangan Rusia ke Ukraina.

Johnson juga akan mendorong para pemimpin dunia untuk mengerahkan koalisi kemanusiaan internasional demi mendukung Ukraina.

"Tekanan ekonomi di Kremlin harus diintensifkan, para pemimpin harus melawan normalisasi  dari apa yang dilakukan Rusia di Ukraina," kata Johnson.

Johnson juga akan mengatakan bahwa sementara jalur diplomatik untuk menyelesaikan perang harus ditempuh. Ia menambahkan perlunya kampanye cepat untuk memperkuat keamanan dan ketahanan di seluruh wilayah Euro-Atlantik.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Bos Exxon Prediksi Harga Minyak Bakal Lebih Meledak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 14:21

SSMS Bagikan Dividen Rp800 Miliar dari Laba 2025

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:51

Postidar Kecam Video Diduga Pernyataan Amien Rais soal Sekkab Teddy

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:18

Bank Dunia Proyeksikan Harga Emas dan Perak Turun pada 2027

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:00

Hardiknas 2026, Komisi X DPR Ingin Pendidikan Berkualitas Merata ke Pelosok

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:37

Polda Metro Pulangkan 101 Orang yang Diamankan Saat May Day

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:30

China Minta PBB Tinjau Ulang Rencana Penarikan Pasukan UNIFIL dari Lebanon

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:21

Ratusan Demonstran Ditangkap dalam Aksi Hari Buruh di Turki

Sabtu, 02 Mei 2026 | 11:17

Komisi III DPR: Pemberantasan Narkoba Tak Boleh Kendor!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:59

Yen Bergolak: Intervensi Jepang Paksa Dolar AS Rasakan Kerugian Mingguan Terburuk

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:41

Selengkapnya