Berita

Prabowo Subianto/Net

Politik

Survei LSN: Elektabilitas Prabowo Subianto DItempel Ketat Anies dan Ganjar

JUMAT, 04 MARET 2022 | 03:18 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto masih dijagokan publik untuk maju di Pilpres 2024. Dua nama lain yang menempel Prabowo, ada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Begitu temuan survei yang dirilis Lembaga Survei Nasional (LSN) dalam webinar bertema "Perkembangan Elektabilitas Capres dan Isu Penundaan Pemilu", Kamis (3/3).

"Prabowo Subianto menjadi kandidat capres yang paling diminati dengan presentase 21,9 persen, disusul Anies Baswedan dengan 19,2 persen, dan Ganjar Pranowo 18,8 persen," ujar Direktur Eksekutif LSN, Gema Nusantara Bakry.


Dikatakan Gema, posisi Prabowo yang juga Ketua Umum Partai Gerindra kian dominan karena pesaing terberatnya yakni Joko Widodo masih terhalang konstitusi untuk kembali maju sebagai calon presiden.

"Pesaing Prabowo cuma Joko Widodo yang sekarang menjadi presiden. Karena Jokowi tidak bisa lagi ikut berkontestasi maka hingga saat ini relatif belum ada tokoh nasional yang menjadi rival terberat Prabowo," terangnya.

Di bawah tiga nama itu ada Menteri Parekraf Sandiaga Uno (8,7 persen), Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (7,5 persen), Komisaris Utama PT Pertamina Basuki Tjahaja Purnama (3,9 persen), Menteri BUMN Erick Thohir (2,8 persen), Keta Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (2,6 persen).

Selanjutnya, Kepala KSP Moeldoko (2,5 persen), mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo (1,9 persen), Menko Polhukam Mahfud MD (0,9 persen), Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto (0,9 persen), Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (0,6 persen), Ketua DPD RI La Nyalla Mattalitti (0,6 persen), dan Ketua DPR RI Puan Maharani (0,3 persen).

"Sementara masih ada responden yang belum menentukan pilihan atau undecided voters 6,9 persen," demikian Gema.

Survei yang melibatkan 1.537 responden ini digelar pada 12-24 Februari 2022 di 34 provinsi yang ada di seluruh Indonesia.

Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara tatap muka. Adapun margin of error survei ini kurang-lebih 2,5 persen pada tingkat kepercayaan sebesar 95 persen.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Koperasi Harus Saling Berkolaborasi Perbesar Dampak Ekonomi

Jumat, 10 April 2026 | 22:20

Presiden Harus Ganti Gus Ipul Demi Sukses Muktamar NU

Jumat, 10 April 2026 | 22:14

Demonstran: MK Harus Jaga Marwah dan Jangan Takut Tekanan

Jumat, 10 April 2026 | 22:06

Pimpinan Baru Ombudsman RI Bertekad Kawal Asta Cita dan Perkuat Pengawasan Publik

Jumat, 10 April 2026 | 22:02

Teddy Bantah Isu RI Kaos, BBM Subsidi Tak Naik Jadi Bukti

Jumat, 10 April 2026 | 21:43

Breaking News: KPK OTT Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Jumat, 10 April 2026 | 21:38

Reshuffle Menteri Prabowo Jangan Tebang Pilih

Jumat, 10 April 2026 | 21:16

Dihantam Gelombang Mundur, PKN: Mati Satu Tumbuh Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 21:02

Perlu Peraturan Pemerintah Baru Demi Lindungi 64 Juta UMKM di Era Digital

Jumat, 10 April 2026 | 20:48

TNI Digeber Lewat Bimtek Ketahanan Pangan

Jumat, 10 April 2026 | 20:44

Selengkapnya