Berita

Perwakilan tetap China untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Zhang Jun/Net.

Dunia

Dana Afghanistan Dialihkan AS untuk Korban 9/11, China: Ini Pelanggaran Serius Hukum Internasional

KAMIS, 03 MARET 2022 | 14:45 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Keputusan Pemerintah Amerika Serikat yang mengalihkan setengah dari aset Afghanistan senilai 7 miliar dolar AS yang dibekukan Washington untuk memberikan kompensasi kepada para korban serangan teroris 9/11 mendapat kritik tajam dari perwakilan tetap China untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Zhang Jun.

Di sesi PBB yang berlangsung pada Rabu (2/3), Zhang mengkritik apa yang dia sebut "pembekuan atau penyelewengan yang kejam" aset-aset Afghanistan oleh Washington pada saat negara itu menghadapi krisis kemanusiaan.

"Praktik penanganan aset luar negeri negara lain secara sewenang-wenang di bawah hukum domestik tidak memiliki preseden," kata Zhang pada sesi pengarahan Dewan Keamanan PBB tentang Afghanistan, seperti dikutip dari CGTN, Kamis (3/3).


"Ini adalah pelanggaran kedaulatan dan properti nasional Afghanistan, dan merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional," lanjutnya.

AS membekukan aset senilai lebih dari $9 miliar milik bank sentral Afghanistan setelah Taliban menguasai Afghanistan Agustus lalu.

Bulan lalu, Presiden AS Joe Biden menandatangani perintah eksekutif bulan lalu untuk mengalihkan setengah dari aset Afghanistan yang dibekukan oleh Amerika Serikat untuk memberikan kompensasi kepada para korban serangan teroris 9/11 di negara itu.

Zhang mencatat bahwa 22,8 juta warga Afghanistan menghadapi kerawanan pangan yang parah, dan 3,2 juta anak di bawah usia lima tahun mengalami kekurangan gizi parah, mengutip statistik dari Program Pangan Dunia.

“Bagi rakyat Afghanistan, aset-aset ini adalah uang penyelamat hidup mereka dan harapan mereka untuk bertahan hidup. Ketika rakyat Afghanistan sangat membutuhkannya, pembekuan atau penyelewengan aset-aset ini secara kejam merupakan cedera sekunder bagi mereka, dan sepenuhnya bertentangan dengan semangat yang semestinya. moralitas dan keadilan,” katanya.

"China menyerukan pengembalian segera dan tanpa syarat aset-aset itu kepada rakyat Afghanistan secara penuh," katanya.

"Pada saat kritis ini, membantu Afghanistan meredakan krisis kemanusiaan dan menstabilkan ekonomi harus menjadi prioritas yang paling penting dan mendesak," lanjut Zhang, menekankan bahwa tidak ada kondisi politik yang harus dikaitkan dengan bantuan kemanusiaan.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Tak Sekadar Acara Formal. Mubes BMK 1957 Hadirkan City Tour di Semarang

Senin, 03 Agustus 2026 | 12:23

BPS Catat Inflasi 2,88 Persen pada Juli 2026, Ini Biang Keroknya

Senin, 03 Agustus 2026 | 12:22

Fahira Idris Desak Pemprov DKI Perkuat Antisipasi Puncak Kemarau

Senin, 03 Agustus 2026 | 12:09

Usulan RUU LGSP MUI Jadi Ujian Keseriusan DPR dan Pemerintah

Senin, 03 Agustus 2026 | 12:06

Provokasi Bangkrut dari ‘De Volkskrant’

Senin, 03 Agustus 2026 | 12:02

Dewas Soroti Ratusan Pemberitahuan Pro Justitia KPK Terlambat Disampaikan

Senin, 03 Agustus 2026 | 11:58

Ponpes Tambakberas Libatkan Santri Jadi Relawan Muktamar NU

Senin, 03 Agustus 2026 | 11:49

Prabowo Akan Terima Kunjungan PM Thailand di Istana Merdeka Sore Ini

Senin, 03 Agustus 2026 | 11:46

Indonesia Catat Deflasi 0,14 Persen di Juli 2026, Dipicu Harga Pangan

Senin, 03 Agustus 2026 | 11:45

Tiga Masalah Utama Pemicu Turunnya Kepuasan terhadap Prabowo

Senin, 03 Agustus 2026 | 11:21

Selengkapnya