Berita

Penyerahan sertifikat tanah oleh adik mantan Bupati Lampura, Akbar Tandaniria Mangkunegara, saat menjalani persidangan di PN Tanjung Karang/RMOLLampung

Hukum

Adik Bekas Bupati Lampura Serahkan Lagi 2 Sertifikat Tanah Hasil Korupsi, Total 6 Sertifikat Disita KPK

KAMIS, 03 MARET 2022 | 09:27 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Adik kandung mantan Bupati Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara, Akbar Tandaniria Mangkunegara, menyerahkan tambaha dua sertifikat tanahnya lagi ke KPK saat sidang di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Rabu (2/3).

Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK Ikhsan Fernandi mengatakan, setelah dua sertifikat ini diserahkan, total ada enam sertifikat tanah milik Akbar yang sudah di tangan KPK.

"Total enam sertifikat, sebelumnya empat sertifikat yang sudah disita, ditambah hari ini dua sertifikat lagi. Lokasinya sama di Kemiling, Bandar Lampung, dengan total luas 3.000 m2," kata dia usai sidang dengan agenda mendengarkan keterangan terdakwa itu.


Ia melanjutkan, Akbar mengakui telah menerima Rp2,25 miliar dari hasil fee proyek di Dinas PUPR Kabupaten Lampung Utara. Uang itu hasil memotong 4-5 persen dari harga proyek.

"Pengakuan dia, dia menerima Rp2,25 miliar dan sudah membayar cash Rp1,7 miliar serta 6 asetnya. Kita pelajari dulu, kita sita dulu," tambahnya, dikutip Kantor Berita RMOLLampung.

Menurut keterangan Akbar, lanjut Ikhsan, total harga 6 asetnya di Kemiling, Bandar Lampung, itu mencapai Rp1,5 miliar. Namun, KPK belum menghitung secara pasti berapa nilai tanah tersebut.

"Karena dia bilang ada yang harganya Rp870 Juta tapi terdaftar Rp250 Juta, jadi kita belum bisa menghitung sekarang. Nanti lakunya berapa juga kita belum tahu," sambungnya.

Dalam surat dakwaan, Akbar didakwa menerima Rp1,7 miliar untuk tahun anggaran 2015-2017. Untuk penerimaan uang di luar tahun tersebut dilakukan Raden Syahril.

"Tunggu saja saat tuntutan nanti, akan ada kejutan," sambung JPU KPK Taufiq Ibnugroho.

Dari penerimaan Rp2,25 miliar itu, Akbar mengaku memberikan Rp750 juta untuk membantu modal kampanye Agung pada Pilkada tahun 2019. Uang itu merupakan hasil fee proyek dari Taufik.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Legislator Gerindra Dipanggil Majelis Kehormatan Usai Viral Main Game saat Rapat

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:19

Emas Antam Ambruk, Satu Gram Dibanderol Rp2,81 Juta

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:10

Di Forum BRICS, Sugiono Kenang Empat TNI Gugur dalam Misi Perdamaian Lebanon

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:02

Pengamat: Kombinasi Sentimen Global Bikin Rupiah Tersungkur

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:29

Jakarta Masih Ibu Kota Kabar Baik untuk Masa Depan Indonesia

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:23

ARUKKI Surati Ketua KPK, Minta Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Diperiksa

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:16

Jemaah Haji Lansia dan Sakit Tetap Raih Pahala Meski Beribadah di Hotel

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:09

Resmi Masuk RI! Ini Spesifikasi dan Harga MacBook Neo, Laptop Termurah Apple

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:03

PKB Gagas Reformasi Perlindungan Santri Lewat Temu Nasional Ponpes

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:01

Di Balik Pelemahan Rupiah, Ada Tekanan Besar pada Ekonomi Domestik

Jumat, 15 Mei 2026 | 10:51

Selengkapnya