Berita

Salah satu poster populer yang menyamakan Putin dan Hitler.

Dunia

Disamakan dengan Hitler, Siapakah Vladimir Putin Sebenarnya?

RABU, 02 MARET 2022 | 10:23 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Vladimir Putin dikenal sebagai salah satu pemimpin paling berpengaruh di dunia. Selama dua dekade terakhir, Putin berhasil mempertahankan kursi tertinggi, baik sebagai presiden maupun perdana menteri.

Nama Putin semakin sering terdengar baru-baru ini, setelah ia mendeklarasikan Operasi Militer Khusus ke Ukraina pada 24 Februari, dengan tujuan denazifikasi.

Terlepas dari berbagai dalihnya, invasi Putin ke Ukraina mendapatkan kecaman hebat dunia.


Namun bukan sekali ini Putin berani mengambil kebijakan semacam itu. Pada 2008, ia mengirim pasukan ke Georgia. Enam tahun setelahnya, pada 2014, ia menganeksasi Krimea.

Tindakannya itu banyak disamakan dengan diktator Adolf Hitler. Banyak pihak menilai Putin adalah "Hitler baru".

Itu lantaran Putin seakan mengikuti kebijakan Hitler yang berusaha menyatukan Jerman dengan cara apa pun. Termasuk ketika Hitler menganeksasi wilayah Sudetenland di Cekoslowakia yang mayoritas berbahasa Jerman.

Jika dibandingkan, itu serupa dengan kebijakan Putin terhadap Donbass yang mayoritas berbahasa Rusia.

Mengapa Putin begitu berani? Lalu, siapakah Vladimir Putin sebenarnya?

Lewat sebuah video yang diunggah di WION TV, jurnalis Palki Sharma Upadhyay membeberkan biografi dari seorang Vladimir Putin.

Dalam video berjudul "Ukraine War: Understanding Russian President Vladimir Putin" itu, Upadhayay membeberkan rekam jejak Putin sejak awal.

Vladimir Putin lahir di Leningrad pada Oktober 1952. Orangtuanya merupakan kelas pekerja, dan ia tumbuh di masa Uni Soviet.

Ketika anak-anak lain melakukan olahraga seperti umumnya, Putin memilih belajar seni bela diri Sambo. Ia juga sudah memiliki mimpi untuk menjadi seorang mata-mata.

Putin kemudian lulus dari Leningrad State University pada 1975, dan langsung bergabung dengan badan intelijen KGB (Komitet Gosudarstvennoy Bezopasnosti). Ia ditugaskan di Jerman Timur.

Sejak Uni Soviet runtuh, banyak hal berubah dalam hidup Putin. Pada 1991, ia menjadi Wakil Walikota St Petersburg.

Banyak pihak meyakini bahwa Putin mengadopsi kediktatoran mantan bosnya, yaitu mantan Walikota St Petersburg, Anatoly Sobchak

Kemudian pada 1997, Putin menjadi Wakil Kepala Staf Kepresidenan, dan Kepala Layanan Keamanan Federal setahun setelahnya.

Pada 1999, ia menjadi Wakil Perdana Menteri, lalu menjadi Perdana Menteri. Baru pada 2000, Putin menjadi Presiden Rusia untuk pertama kalinya.

"Karir Putin terus menanjak, sementara reputasi Rusia semakin buruk," kata Upadhyay.

Ketika presiden pertama Rusia, Boris Yeltsin dinilai memiliki kedekatan dengan Barat, Putin sebaliknya. Putin justri dibuat khawatir dengan berkembangnya NATO.

Bahkan pada 1999, Putin khawatir jika NATO bisa mengekspansi diriya ke negara-negara bekas Uni Soviet yang mengelilingi Rusia. Ia semakin frustasi karena Yeltsin dipandangnya tidak melakukan upaya yang cukup dalam melawan NATO.

Selama Perang Chechnya II, Putin yang menjabat sebagai PM menyebut separatis Chechen sebagai "anjing gila". Ia pun menjanjikan serangan. Perang Chechnya membuat setidaknya 80 ribu orang meninggal dan membawa Chechnya kembali ke Rusia.

Dalam kehidupan pribadinya, Putin menikah dengan seorang mantan pramugari pada 31 Desember 1999.

Putin memang disebut-sebut kurang memiliki rasa bahaya sejak kecil. Apa yang menurut kebanyakan orang berbahaya, mungkin tidak untuk Vladimir Putin. Dia mengakui hal tersebut lewat biografinya.

"Itu terlihat saat ini. Pemimpin mana yang berani mengirim tank-tank ke negara lain? Pemimpin mana yang tidak takut dengan akibatnya?"

"Putin adalah anak dari kelas pekerja yang merangkak dengan caranya sendiri ke Kremlin, dan menjadi wajah Moskow. Ia memiliki dukungan kuat dari KGB, orang-orang kaya Rusia ada di sisinya. Ia telah berkuasa selama 22 tahun. Ia telah membawa Rusia ke banyak perang," tutup Upadhyay.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Deklarasi New Delhi, Terjemahkan Komitmen Jadi Hasil Nyata

Sabtu, 12 September 2026 | 21:55

Usulan Masa Jabatan Kades Tak Terbatas Harus Ditolak

Sabtu, 12 September 2026 | 21:10

Polisi Beberkan Peran Tiga Tersangka Pengeroyokan Maut Pejompongan

Sabtu, 12 September 2026 | 20:32

Prabowo Perkuat Peran Indonesia dalam Kerja Sama Multilateral di KTT BRICS 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 19:48

Morits L Tamaela Terpilih Sebagai Sekjen ADEKSI, Konsolidasi DPRD Kota Seluruh Indonesia Diperkuat

Sabtu, 12 September 2026 | 19:32

Menyusuri Perkebunan Sawit dan Karet, Mantri BRI Jaga Akses Keuangan Sumatera Selatan

Sabtu, 12 September 2026 | 19:27

Purbaya Tak Mau Ikuti Jepang Pangkas PPN, Ini Alasannya

Sabtu, 12 September 2026 | 18:18

Cek Bansos BPNT September 2026, Ada Pencairan hingga Rp600.000

Sabtu, 12 September 2026 | 18:11

Patahan Surabaya Jadi Sorotan di Medsos, Ini Penjelasan Pakar ITS

Sabtu, 12 September 2026 | 17:54

Cek Daftar HP yang Tak Bisa Lagi WhatsApp Mulai September 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 17:40

Selengkapnya