Berita

Rak-rak di supermarket Hong Kong kosong akibat panic buying/Net

Dunia

Berlakukan Lockdown, Hong Kong Hadapi Panic Buying

SELASA, 01 MARET 2022 | 17:02 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Hong Kong menghadapi panic buying setelah otoritas pengumumkan penguncian lantaran lonjakan kasus Covid-19.

Mulai Selasa (1/3), Hong Kong memberlakukan penguncian selama sembilan hari, dengan seluruh 7,4 juta penduduk akan menjalani tes Covid-19 massal.

Para pejabat berencana untuk menguji orang tiga kali selama sembilan hari.


Dari laporan South China Morning Post, orang-orang telah mengosongkan supermarket dan apotek.

Kepala Eksekutif Carrie Lam mengimbau masyarakat agar tidak menjadi korban rumor dan menghindari ketakutan yang tidak perlu. Ia juga menegaskan pasokan makanan dan barang tetap normal.

Selama penguncian, mereka yang membeli makanan, mencari perawatan medis, dan operasi sosial akan menjadi pengecualian.

"Masyarakat tidak perlu khawatir, harus tetap waspada dan memperhatikan informasi yang disebarluaskan oleh pemerintah agar tidak disesatkan oleh rumor," kata Lam.

Terlepas dari imbauannya, orang-orang tampak mengantre untuk masuk ke apotek dan bank di seluruh kota. Sementara jalan-jalan dan pusat perbelanjaan di jantung distrik keuangan sangat sepi pada jam makan siang yang biasanya sibuk.

Hong Kong telah mengalami lonjakan infeksi virus corona sekitar 34 kali menjadi lebih dari 34.000 pada Senin (28/2), dari lebih dari 100 pada awal Februari.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya