Berita

Presiden Rusia Vladimir Putin/Net

Dunia

Sanksi Hancurkan Ekonomi, Miliarder Rusia Desak Putin Hentikan Invasi ke Ukraina

SELASA, 01 MARET 2022 | 16:24 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Sejumlah miliarder Rusia mendesak Vladimir Putin untuk menghentikan perang yang ia buat di Ukraina.

Di antara miliarder tersebut adalah Mikhail Fridman dan Oleg Deripaska. Mereka mengatakan invasi Rusia ke Ukraina akan menjadi bencana.

Akibat dari invasi, negara-negara barat memblokir beberapa bank Rusia dari sistem pembayaran internasional SWIFT. Setelahnya, mata uang rusia jatuh sekitar 30 persen terhadap dolar AS.


Di samping itu, Amerika Serikat (AS) juga mengumumkan lebih banyak sanksi untuk melumpuhkan aset bank sentral Rusia di Amerika atau yang dipegang oleh orang Amerika.

Pemerintahan Joe Biden memperkirakan langkah tersebut dapat berdampak pada “ratusan miliar dolar” pendanaan Rusia.

Pejabat administrasi Biden mengatakan Jerman, Prancis, Inggris, Italia, Jepang, Uni Eropa, dan lainnya akan bergabung dengan AS dalam menargetkan bank sentral Rusia.

Sanksi tersebut tampaknya membuat miliarder-miliarder Rusia kewalahan.

Miliarder Fridman, yang lahir di bagian barat Ukraina, mengatakan konflik tersebut membuat hubungan antara dua orang Slavia timur, Rusia dan Ukraina, yang telah bersaudara selama berabad-abad, menjadi buruk.

"Saya lahir di Ukraina Barat dan tinggal di sana sampai saya berusia 17 tahun. Orang tua saya adalah warga negara Ukraina dan tinggal di Lviv, kota favorit saya," tulis Fridman dalam surat kepada Putin.

"Krisis ini akan menelan korban jiwa dan merusak dua negara yang telah bersaudara selama ratusan tahun," kata Fridman.

Miliarder Rusia lainnya, Oleg Deripaska, menyerukan agar pembicaraan damai dimulai secepat mungkin.

Seorang miliarder di Moskow mengatakan perang akan menjadi bencana dan konsekuensinya akan sangat berdampak.

"Ini akan menjadi bencana besar dalam segala hal, untuk ekonomi, untuk hubungan dengan seluruh dunia, untuk situasi politik," kata miliarder itu.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya