Berita

Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh/Net

Politik

Tidak Ada Perang di Indonesia, Surya Paloh Tolak Usulan Penundaan Pemilu 2024

SENIN, 28 FEBRUARI 2022 | 18:49 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Partai Nasdem menyatakan penolakannya atas wacana penundaan Pemilu serentak tahun 2024. Sikap Nasdem serupa dengan PDIP yang juga tidak ingin ada penundaan Pemilu.

Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh mengatakan, Indonesia adalah bangsa yang besar. Pemilu, adalah kepentingan nasional besar diatas kepentingan lainnya.

Ia meyakini, Indonesia dapat melewati proses demokrasi berupa Pemilu 2024 dengan tepat waktu.


Indonesia, di mata Surya Paloh merupakan bangsa besar yang harus melahirkan seorang pemimpin besar.

"Nasdem harus menempatkan posisi itu. Kepentingan nasional lebih hebat," demikian kata Surya Paloh, Senin (28/2).

Menurut Paloh, pilihan menunda Pemilu bisa dilakukan jika sebuah negara dalam keadaan genting. Alasan penundaan yang ia maksud adalah terjadi perang atau bencana alam besar telah menimpa Indonesia sehingga tidak mampu menalankan hajatan politik 5 tahunan.

Artinya, tambah Surya Paloh, ada kekuatan di luar kapasitas kita sebagai bangsa dalam merealisasikan Pemilu.

"Kalau perang teradi barang kali, atau ada bencana alam yang luar biasa terjadi," terang Surya Paloh.

Paloh berpendapat, pemerintah telah berhasil menangani pandemi Covid-19.

Apalagi, dikatakan Paloh, pemerintah sedang punya program besar untuk memindah ibu kota negara. Program besar itulah, kata Paloh menjadi alasan strategis pentingnya Pemilu tetap digelar 2024 mendatang.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Baru 10 Jam, Tulisan SBY Soal Politik Liar Tembus 9 Juta Tayangan di X

Rabu, 04 November 2026 | 20:21

Menag Dorong PTKIN Jadi Pelopor Hilirisasi dan Inovasi Teknologi

Rabu, 04 November 2026 | 20:19

Polri Harus Jaga Integritas dan Kepercayaan Publik di Kasus Listyo Sigit

Rabu, 04 November 2026 | 20:17

Aturan Penyadapan Ilegal di Indonesia, Ini Ancaman Hukuman bagi Pelaku

Rabu, 04 November 2026 | 20:11

Ketum KNPI Minta Penegak Hukum Serius Usut Dugaan Penyadapan Presiden

Rabu, 04 November 2026 | 20:07

Tanggapan Allianz Setelah Digugat Rp5,2 Miliar di PN Jaksel

Rabu, 04 November 2026 | 20:02

Jorindo Indonesia Gandeng Mubarak Dubai Jalin Kerja Sama Operasi Salvage

Rabu, 04 November 2026 | 19:57

4 Kasus Penyadapan Presiden Indonesia, dari Habibie hingga Prabowo

Rabu, 04 November 2026 | 19:52

BRI Kukuhkan 35 Penerima Beasiswa BRI Fellowship Journalism 2026

Rabu, 04 November 2026 | 19:49

Kasus Intimidasi Meningkat, Dewan Pers Tegaskan Komitmen Lindungi Wartawan

Rabu, 04 November 2026 | 19:48

Selengkapnya