Berita

Sebuah pabrik bir Ukraina telah beralih dari membuat bir menjadi memproduksi bom molotov/Net

Dunia

Bela Negara, Pabrik Bir Ukraina Beralih Memproduksi Bom Molotov

SENIN, 28 FEBRUARI 2022 | 13:24 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Masyarakat Ukraina melakukan berbagai cara untuk membela negaranya. Sebuah pabrik pembuatan bir di Ukraina barat pun berpartisipasi mengambil langkah-langkah untuk membantu mempertahankan negara dari agresi Rusia dengan caranya yang unik, yaitu beralih dari memproduksi bir ke bom molotov.

Pabrik Bir Pravda dalam postingannya di media sosial mengabarkan bahwa mereka membuka beberapa outlet di sejumlah lokasi di seluruh kota termasuk di bawah tanah. Masyarakat yang merasa terancam bisa berlindung di sana. Akan tersedia teh dan kopi hangat gratis juga camilan untuk militer, polisi, dan Garda Nasional.

"Kami tidak melayani warga Rusia dan Belarus. Jika Anda membawa senjata, harap tinggalkan di keamanan kami dan mereka akan mengembalikannya kepada Anda saat keluar," isi pernyataan pihak pabrik.


Pabrik itu mengatakan dalam postingannya, akan membantu Angkatan Darat Ukraina dengan membuat bom molotov.

Beberapa karyawannya pun mempraktekkan cara membuat bom molotov. Sehelai kain dimasukkan ke dalam botol bir yang berisi campuran minyak dan bensin.

"Anda harus menunggu kainnya terendam dengan baik. Jika sudah, berarti bom molotov sudah siap," kata salah satu karyawan sambil tersenyum.

"Kebebasan kami dipertaruhkan," kata karyawan pabrik. Mereka kemudian meyakinkan bahwa semua itu mereka lakukan demi negaranya. Dan bahwa Mereka tidak asing dengan pembuatan bom molotov.

"Kami melakukan ini karena seseorang harus melakukannya. Kami memiliki keterampilan, kami mengalami revolusi jalanan pada tahun 2014," kata karyawan itu mengacu pada pemberontakan pro-Barat Kiev yang menggulingkan rezim yang didukung Kremlin.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Tak Sekadar Acara Formal. Mubes BMK 1957 Hadirkan City Tour di Semarang

Senin, 03 Agustus 2026 | 12:23

BPS Catat Inflasi 2,88 Persen pada Juli 2026, Ini Biang Keroknya

Senin, 03 Agustus 2026 | 12:22

Fahira Idris Desak Pemprov DKI Perkuat Antisipasi Puncak Kemarau

Senin, 03 Agustus 2026 | 12:09

Usulan RUU LGSP MUI Jadi Ujian Keseriusan DPR dan Pemerintah

Senin, 03 Agustus 2026 | 12:06

Provokasi Bangkrut dari ‘De Volkskrant’

Senin, 03 Agustus 2026 | 12:02

Dewas Soroti Ratusan Pemberitahuan Pro Justitia KPK Terlambat Disampaikan

Senin, 03 Agustus 2026 | 11:58

Ponpes Tambakberas Libatkan Santri Jadi Relawan Muktamar NU

Senin, 03 Agustus 2026 | 11:49

Prabowo Akan Terima Kunjungan PM Thailand di Istana Merdeka Sore Ini

Senin, 03 Agustus 2026 | 11:46

Indonesia Catat Deflasi 0,14 Persen di Juli 2026, Dipicu Harga Pangan

Senin, 03 Agustus 2026 | 11:45

Tiga Masalah Utama Pemicu Turunnya Kepuasan terhadap Prabowo

Senin, 03 Agustus 2026 | 11:21

Selengkapnya