Berita

Duta Besar Ukraina Vasyl Hamianin/RMOL

Dunia

Duta Besar Hamianin: Ukraina Menunggu Dukungan Masyarakat Indonesia

SENIN, 28 FEBRUARI 2022 | 12:45 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Ukraina mengimbau kepada masyarakat dunia agar menghentikan pernyataan tidak berdasar terkait krisis Ukraina. Kedutaan Besar Ukraina di Jakarta pun meminta agar masyarakat Indonesia  menghentikan propaganda dan kebohongan Rusia yang menggunakan segala cara yang ada di jejaring sosial dan media.

Dalam perbincangan dengan CEO RMOL Network Teguh Santosa, Senin pagi (28/2), Duta Besar Ukraina Vasyl Hamianin mengungkapkan bahwa saat ini seluruh wilayah Ukraina telah diserang. Rezim Putin telah membuat api berkobar di kota-kota besar Ukraina. Warga sipil, terutama wanita dan anak-anak, tewas dibunuh secara bengis. Objek sipil, rumah, sekolah, panti asuhan hingga rumah sakit dihantam serangan bom dan rudal.

"Ini adalah perang terhadap kemanusiaan. Perang keji ini bukan hanya terhadap negara Ukraina, namun juga terhadap umat manusia, perdamaian dan keamanan global," urainya.


Lantas siapakah yang akan menjadi korban berikutnya dalam rantai kejahatan perang Putin?

"Putin harus dihentikan saat ini juga. Agresi harus diakhiri," tegasnya.

Dubes Hamianin meminta kesediaan masyarakat Indonesia untuk mmebantu Ukraina dalam melewati 'wabah Rusia' ini.

Banyak negara di dunia sudah menghukum Rusia atas kejahatan perang ini dengan memutusnya dari SWIFT dan instrumen internet lainnya.

Sanksi lainnya juga telah diluncurkan seperti menutup bandara dan pelabuhan untuk pesawat dan kapal Rusia, menjatuhkan sanksi ekonomi dan pribadi kepada Rusia serta kepemimpinannya, serta menutup ruang media dari propaganda Rusia, baik TV, saluran Internet, dan lain-lain.

Banyak negara juga telah memberikan bantuan militer, keuangan, medis dan sipil untuk Ukraina.

"Oleh karena itu saya menyerukan kepada Anda sekalian, orang-orang Indonesia yang terkasih, bantu Ukraina, bantu dunia untuk menyingkirkan wabah Rusia ini. Apa pun dapat membantu Ukraina dalam meraih kemenangan dari Rusia, si binatang buas yang dilumuri darah. Siapa pun dapat menyalurkan bantuan," ujar Dubes Hamianin.

Setiap warga Indonesia bisa memberikan dukungannya untuk Ukraina dengan berbagai cara. Secara finansial, dukungan untuk Ukraina bisa ditransfer ke rekening Bank Sentral Ukraina atau melalui Kedutaan Besar Ukraina di Jakarta.

"Berapa pun nilainya, sangat berharga bagi kami," kata Dubes.

Lalu, katanya, selain menghentikan propaganda dan kebohongan munafik Rusia yang menggunakan segala cara yang ada di jejaring sosial dan media, maka masyarakat Indonesia bisa membagikan kebenaran tentang perang ini dengan semua orang di sekitar, juga melalui jejaring sosial, dan media massa.

Indonesia memiliki sejarah yang heroik serta rakyat yang pemberani. "Saya bangga bahwa Ukraina-lah yang memberikan kontribusi besar bagi kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945-1949. Saya bangga bahwa Ukraina selalu membantu Indonesia saat Indonesia membutuhkan, termasuk di saat terjadinya bencana-bencana alam baru-baru ini," papar Dubes Hamianin.

Dubes Hamianin  juga menyampaikan rasa bangganya bisa menjadi Duta Besar Ukraina di Indonesia. Ia akan merasa sangat terhormat bila masyarakat Indonesia membantu Ukraina melalui krisis ini yang mengancam kemerdekaan serta kedaulatan Ukraina.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Tak Sekadar Acara Formal. Mubes BMK 1957 Hadirkan City Tour di Semarang

Senin, 03 Agustus 2026 | 12:23

BPS Catat Inflasi 2,88 Persen pada Juli 2026, Ini Biang Keroknya

Senin, 03 Agustus 2026 | 12:22

Fahira Idris Desak Pemprov DKI Perkuat Antisipasi Puncak Kemarau

Senin, 03 Agustus 2026 | 12:09

Usulan RUU LGSP MUI Jadi Ujian Keseriusan DPR dan Pemerintah

Senin, 03 Agustus 2026 | 12:06

Provokasi Bangkrut dari ‘De Volkskrant’

Senin, 03 Agustus 2026 | 12:02

Dewas Soroti Ratusan Pemberitahuan Pro Justitia KPK Terlambat Disampaikan

Senin, 03 Agustus 2026 | 11:58

Ponpes Tambakberas Libatkan Santri Jadi Relawan Muktamar NU

Senin, 03 Agustus 2026 | 11:49

Prabowo Akan Terima Kunjungan PM Thailand di Istana Merdeka Sore Ini

Senin, 03 Agustus 2026 | 11:46

Indonesia Catat Deflasi 0,14 Persen di Juli 2026, Dipicu Harga Pangan

Senin, 03 Agustus 2026 | 11:45

Tiga Masalah Utama Pemicu Turunnya Kepuasan terhadap Prabowo

Senin, 03 Agustus 2026 | 11:21

Selengkapnya