Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Korea Utara Uji Coba Pengembangan Sistem Satelit Pengintai

SENIN, 28 FEBRUARI 2022 | 11:30 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Peluncuran rudal yang dilakukan oleh Korea Utara pada Minggu (27/2). merupakan tes untuk memeriksa sistem satelit pengintai mereka.

Kantor berita resmi Korea Utara, KCNA, mengonfirmasi uji coba pada Minggu, yang dilaporkan sebelumnya oleh Jepang dan Korea Selatan.

"Tes, yang terjadi pada Minggu, sangat penting dalam mengembangkan satelit pengintai," kata KCNA pada Senin (28/2).


Laporan itu menyebut, tes itu membantu mengonfirmasi karakteristik dan akurasi kerja dari sistem pemotretan definisi tinggi, sistem transmisi data, dan perangkat kontrol sikap, dengan melakukan pemotretan vertikal dan miring dari area tertentu di bumi.

Di samping itu, KCNA juga merilis dua foto Semenanjung Korea yang terlihat dari luar angkasa.

Peneliti rudal di Pusat Studi Nonproliferasi James Martin yang berbasis di AS, Jeffrey Lewis, mengatakan gambar-gambar yang dirilis beresolusi rendah dan tidak jelas apa yang diperoleh Korea Utara dari tes tersebut.

Tahun lalu, pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menekankan pentingnya pengembangan satelit pengintai militer dan kemampuan deteksi militer.

Awalnya, pejabat Korea Selatan dan Jepang mengatakan Korea Utara meluncurkan rudal balistik ke laut lepas pantai timur Korea Selatan. Itu menjadi peluncuran rudal kedelapan sejak awal tahun ini.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Bos Exxon Prediksi Harga Minyak Bakal Lebih Meledak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 14:21

SSMS Bagikan Dividen Rp800 Miliar dari Laba 2025

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:51

Postidar Kecam Video Diduga Pernyataan Amien Rais soal Sekkab Teddy

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:18

Bank Dunia Proyeksikan Harga Emas dan Perak Turun pada 2027

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:00

Hardiknas 2026, Komisi X DPR Ingin Pendidikan Berkualitas Merata ke Pelosok

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:37

Polda Metro Pulangkan 101 Orang yang Diamankan Saat May Day

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:30

China Minta PBB Tinjau Ulang Rencana Penarikan Pasukan UNIFIL dari Lebanon

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:21

Ratusan Demonstran Ditangkap dalam Aksi Hari Buruh di Turki

Sabtu, 02 Mei 2026 | 11:17

Komisi III DPR: Pemberantasan Narkoba Tak Boleh Kendor!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:59

Yen Bergolak: Intervensi Jepang Paksa Dolar AS Rasakan Kerugian Mingguan Terburuk

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:41

Selengkapnya