Berita

Presiden Rusia Vladimir Putin/Net

Dunia

Dukung Invasi Rusia ke Ukraina, Warganet China Banjiri Medsos dengan Pujian untuk Putin

SENIN, 28 FEBRUARI 2022 | 09:55 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Sementara ratusan ribu orang di seluruh dunia memprotes invasi Rusia ke Ukraina, media sosial China justru dibanjiri dengan komentar dan pujian mendukung Presiden Vladimir Putin dan keputusannya.

Setelah Putin menginstruksikan operasi militer khusus ke Ukraina pada Kamis (24/2), warganet di China memuji sosoknya dengan menyebut ia sebagai "Kaisar Putin".

"Hari ini adalah hari terbaik tahun 2022 karena Rusia telah menginvasi Ukraina," tulis seorang pengguna wanita di Douyin, TikTok versi China.


"Saya sangat senang Putin memerintah, tegas dan karismatik," tambahnya.

Momentum ini juga digunakan oleh warganet China untuk menyerang negara-negara Barat.

Ketika krisis Rusia-Ukraina meningkat selama seminggu terakhir, berita tentangnya mendominasi media sosial China, dengan ratusan juta tampilan untuk setiap tagar.

Pada Minggu malam (27/2), topik trending teratas adalah Duta Besar China untuk Ukraina Fan Xianrong yang menunda evakuasi sekitar 6.000 warga karena kondisinya terlalu berbahaya.

Topik tersebut menarik 330 juta tampilan dan puluhan ribu komentar, sebagian besar memuji dubes China karena tetap tinggal di Kiev.

"China selalu menjadi yang tercepat dalam mengevakuasi warganya. Selama pandemi juga, kami selalu mengevakuasi orang-orang kami saat kami bisa," tulis seorang pengguna di Weibo, platform mirip Twitter.

Menurut The Straits Times, China telah bekerja keras untuk mengendalikan narasi online terkait konflik Rusia dan Ukraina. Hal itu terbukti dari sebuah memo bocor yang berisi instruksi untuk liputan media tentang konflik tersebut.

Dalam memo tersebut, platform-platform jejaring sosial diberi tahu untuk menghapus unggahan anti-Rusia dan pro-Barat.

Weibo juga mengatakan 622 postingan dihapus karena "konten berbahaya", sementara 105 akun ditangguhkan karena memposting "konten tidak aman".

Sementara Douyin mengatakan telah menghapus 6.400 video dan memotong 1.620 streaming langsung yang bermasalah.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya