Berita

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo dan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri/Net

Politik

Saiful Anam: Sulit Ditutupi, Parpol Koalisi Jokowi-Maruf Sudah Mulai Terbelah

SENIN, 28 FEBRUARI 2022 | 08:35 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Partai politik koalisi pemerintahan Joko Widodo-Maruf Amin mulai menampakkan keterbelahan.

Menurut Direktur Pusat Riset Politik, Hukum dan Kebijakan Indonesia (PRPHKI), Saiful Anam, keterbelahan tersebut terlihat dalam menyikapi isu penundaan pemilu yang berdampak pada perpanjangan masa jabatan presiden.

"Saya kira bibit keterbelahan mulai nampak dari parpol koalisi dan orang-orang terdekat Jokowi, ini tentu tidak mungkin dapat ditutup-tutupi, mengingat semakin ditutup-tutupi maka semakin hari juga akan terkuak juga," ujar Saiful kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (28/2).


Salah satu contohnya kata Saiful, ada parpol yang setuju agar Pemilu 2024 diundur, ada pula parpol yang tidak setuju akan hal tersebut.

"Semakin hari saya menilai semakin banyak keterbelahan antara parpol yang mendukung Jokowi dalam pemerintahan," pungkas Saiful.

Adapun parpol koalisi pemerintah yang mendukung penundaan pemilu adalah Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Amanat Nasional (PAN). Sikap ini bahkan disampaikan secara terbuka oleh masing-masing ketua umum.

Di sisi lain, PDI Perjuangan sebagai parpol pengusung utama Jokowi-Maruf secara tegas menolak penundaan pemilu karena dianggap melanggar konstitusi.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Koperasi Harus Saling Berkolaborasi Perbesar Dampak Ekonomi

Jumat, 10 April 2026 | 22:20

Presiden Harus Ganti Gus Ipul Demi Sukses Muktamar NU

Jumat, 10 April 2026 | 22:14

Demonstran: MK Harus Jaga Marwah dan Jangan Takut Tekanan

Jumat, 10 April 2026 | 22:06

Pimpinan Baru Ombudsman RI Bertekad Kawal Asta Cita dan Perkuat Pengawasan Publik

Jumat, 10 April 2026 | 22:02

Teddy Bantah Isu RI Kaos, BBM Subsidi Tak Naik Jadi Bukti

Jumat, 10 April 2026 | 21:43

Breaking News: KPK OTT Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Jumat, 10 April 2026 | 21:38

Reshuffle Menteri Prabowo Jangan Tebang Pilih

Jumat, 10 April 2026 | 21:16

Dihantam Gelombang Mundur, PKN: Mati Satu Tumbuh Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 21:02

Perlu Peraturan Pemerintah Baru Demi Lindungi 64 Juta UMKM di Era Digital

Jumat, 10 April 2026 | 20:48

TNI Digeber Lewat Bimtek Ketahanan Pangan

Jumat, 10 April 2026 | 20:44

Selengkapnya