Berita

Presiden Joko Widodo/Net

Politik

Keterbelahan Kabinet Gara-gara Wacana Pemilu Diundur Justru Merugikan Jokowi

MINGGU, 27 FEBRUARI 2022 | 09:58 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Kabinet Indonesia Maju tampaknya mulai terbelah. Ada kelompok yang mendukung penundaan Pemilu 2024 sebagaimana arahan ketua umum mereka yang sudah terang mendukung pemilu ditunda.

Ada juga kelompok yang ingin pemilu tetap digelar 2024. Seperti menteri-menteri PDI Perjuangan yang dipastikan akan mengikuti amanah partai sebagaimana sudah didengungkan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.

Bagi pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia (UAI), Ujang Komarudin keterbelahan ini merupakan hal yang lumrah terjadi. Hal itu merupakan bagian dari percikan-percikan jelang pemilu.


"Soal kabinet terbelah itu tak aneh, menjelang pemilu memang suhu dan intensitas politik akan memanas,” ujarnya kepada Kantor Politik RMOL, Minggu (27/2).

Kondisi demikian, kata Ujang, justru akan merugikan bagi Presiden Joko Widodo. Sebab semestinya kabinet bisa kompak dalam bekerja, sehingga tugas dari Jokowi bisa terselesaikan dengan baik. Sementara kini, para menteri sibuk untuk memastikan Jokowi memperpanjang masa jabatan dengan cara memundurkan pemilu.

“Sekarang bagaimana akan bekerja dengan baik, jika pecah dan tak kompak,” sambungnya.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review ini menambahkan bahwa keinginan memperpanjang masa jabatan presiden itu hanya kepentingan segelintir elite yang haus kekuasaan dan hanya akan menguntungkan para oligarki dan koorporasi tertentu.

"Lalu mencari pembenaran atas nama aspirasi rakyat. Rakyat tak butuh perpanjangan masa jabatan  presiden, rakyat butuh makan, pekerjaan, dan jaminan kesehatan,” tutupnya.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

DPR Dukung Pasutri Gugat Aturan Kuota Internet Hangus ke MK

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:51

Partai Masyumi: Integritas Lemah Suburkan Politik Ijon

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:28

Celios Usulkan Efisiensi Cegah APBN 2026 Babak Belur

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:09

Turkmenistan Legalkan Kripto Demi Sokong Ekonomi

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:39

Indonesia Kehilangan Peradaban

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:18

Presiden Prabowo Diminta Masifkan Pendidikan Anti Suap

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:11

Jalan dan Jembatan Nasional di 3 Provinsi Sumatera Rampung 100 Persen

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:55

Demokrat: Diam Terhadap Fitnah Bisa Dianggap Pembenaran

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:42

China Hentikan One Child Policy, Kini Kejar Angka Kelahiran

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:44

Ide Koalisi Permanen Pernah Gagal di Era Jokowi

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:22

Selengkapnya