Berita

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Rakyat Adil Makmur (Prima), Dominggus Oktavianus/RMOL

Politik

Prima: Indonesia Harus Antisipasi Dampak Ekonomi Akibat Perang Rusia dengan Ukraina

JUMAT, 25 FEBRUARI 2022 | 21:59 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Pemerintah Indonesia harus bisa mengantisipasi dampak konflik yang terjadi antara Rusia dan Ukraina agar rakyat tidak kembali dibebankan dengan harga kebutuhan pokok yang mengalami inflasi dan kelangkaan di pasaran.

Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Rakyat Adil Makmur (Prima), Dominggus Oktavianus, yang menilai konflik antara Rusia dengan Ukraina merupakan bukti nyata bahwa nafsu imperialistik masih eksis hingga hari ini meski perang dingin sudah berlalu 30 tahun lalu.

"Saya simpulkan konflik yang terjadi sekarang tidak lepas dari nafsu penguasaan teritori dan mempertahankan hegemoni," ujar Dominggus kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat malam (25/2).


Menurut Dominggus, terdapat dua hal yang perlu disikapi pemerintah Indonesia terkait situasi ini.

Pertama, berdasarkan politik internasional yang bebas aktif, Indonesia bersama negara-negara yang netral lainnya seperti India dan Brazil perlu terlibat mendorong penurunan eskalasi.

Capaiannya adalah, kesepakatan Rusia menarik pasukan dari Ukraina, dibarengi tindakan Amerika Serikat (AS) menghentikan ekspansi NATO di Eropa, serta menghentikan sokongannya terhadap pemerintah Ukraina yang memerangi rakyat Donetsk dan Luhansk sebagai teroris.

"Selain itu, secara ekonomi Indonesia harus mengantisipasi dampak perang dengan naiknya harga minyak dan komoditi lainnya. Rakyat Indonesia sudah terdampak naiknya harga CPO (Crude Palm Oil) dan kedelai, jangan sampai semakin payah nantinya," kata Dominggus.

Dominggus bercerita, dalam melihat konflik antara Rusia dan Ukraina terdapat dua narasi yang berkembang. Pertama, Rusia telah melanggar hukum Internasional dengan melakukan invasi ke dalam wilayah atau teritori Ukraina.

"Narasi atau pandangan ini mewakili opini banyak kalangan dan media di Barat," kata Dominggus.

Sedangkan pandangan yang kedua, yaitu bahwa Rusia melakukan "operasi militer" untuk melindungi rakyat di dua Republik yang baru memproklamirkan diri merdeka dari Ukraina, yaitu Donetsk dan Luhansk.

"Sebagaimana Krime yang sudah lebih dulu memisahkan diri, masyarakat di Donetsk dan Luhans merasa lebih dekat dengan Rusia, baik secara politik maupun budaya," jelas Dominggus.

Dominggus juga menyoroti opini yang berkembang di Indonesia sebagian besar menaruh simpati kepada Rusia. Menurut Dominggus, kemungkinan publik Indonesia merasa tindakan Presiden Rusia, Vladimir Putin mewakili kebosanan pada dominasi dan superiortas Amerika Serikat.

"Saya amati konten yang berseliweran di Tiktok, komentar-komentar berita di Youtube dan sebagainya, sebagian besar menaruh simpati pada Rusia. Sampai-sampai muncul istilah plesetan FPI (Fans Putin Indonesia)," pungkas Dominggus.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Tak Pelihara Buzzer, Prabowo Layak Terus Didukung

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:14

Stasiun Cirebon Dipadati Penumpang Arus Balik Nataru

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:00

SBY Pertimbangkan Langkah Hukum, Mega Tak Suka Main Belakang

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:34

Pilkada Lewat DPRD Cermin Ketakutan terhadap Suara Rakyat

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:26

Jika Mau Kejaksaan Sangat Gampang Ciduk Silfester

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:01

Pilkada Lewat DPRD Sudah Pasti Ditolak

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:37

Resolusi 2026 Rismon Sianipar: Makzulkan Gibran Wapres Terburuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:13

Kata Golkar Soal Pertemuan Bahlil, Dasco, Zuhas dan Cak Imin

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:10

Penumpang TransJakarta Minta Pelaku Pelecehan Seksual Ditindak Tegas

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:38

Bulgaria Resmi Gunakan Euro, Tinggalkan Lev

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:21

Selengkapnya