Berita

Ketua Umum PP HIMMAH, Abdul Razak Nasution/RMOL

Politik

PP HIMMAH: Usulan Perpanjangan Jabatan Presiden Jerumuskan Jokowi Rusak Konstitusi

JUMAT, 25 FEBRUARI 2022 | 17:00 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Sikap penolakan terhadap usulan penambahan masa jabatan Presiden disampaikan oleh Pimpinan Pusat Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (PP HIMMAH).

Ketua Umum PP HIMMAH, Abdul Razak Nasution menegaskan, mengecam keras munculnya wacana perpanjangan masa jabatan presiden.

Menurutnya, penambahan masa jabatan adalah konsekuensi dari usulan PKB dan PAN yang menginginkan Pemilu 2024 ditunda. Apalagi, alasan usulan itu karena saat ini sedang fokus pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19.


Abdul Razak berpendapat, wacana perpanjangan jabatan presiden hanya menjerumuskan presiden Joko Widodo. Ia menengarai usulan itu hanya untuk tujuan pragmatis yang juga menyebabkan kerusakan fatal konstitusi Indonesia.

Ia menilai, usulan itu tidak konsisten dengan jadwal Pemilu yang sudah disepakati pemerintah jatuh pada 14 Februari 2024.

Kata Abdul Razak, usulan perpanjangan masa jabatan presiden, selain bertabrakan dengan konstitusi dan kesepakatan jadwal UU Pemilu, juga menghancurkan demokrasi.

"Usul perpanjangan masa jabatan ke presiden dan wakil presiden ini dengan cara merubah konstitusi UUD, sungguh tidak mempertimbangkan kehancuran lebih jauh dari perbaikan demokrasi bangsa Indonesia," kata Abdul Razak kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (25/2).

Ia juga menyoroti wacana serupa yang pernah disampaikan oleh Menteri Investasi Bahlil Lahadalia. Apa yang disampaikan Bahlil, kata Abdul Razak diduga kuat sebagai upaya menjerumuskan Presiden Joko Widodo.

"Usul Bahlil dan A. Muhaimin Iskandar selaku Wakil Ketua DPR RI itu adalah usul yang merusak konstitusi dan menjerumuskan Presiden Joko Widodo," tegas Razak

Sebagai pejabat publik, Abdul Razak mengatakan seharusnya fokus saja kerja dan membantu pemerintah dalam rangka memulihkan ekonomi nasional. Apalagi sampai saat ini varian baru omicron masih massif penularannya.

Razak juga berharap, Pemilu 2024 tetap berjalan sesuai aturan yang ada.

"Biarkan saja Pemilu Kita berjalan semestinya sesuai dengan yang sudah diatur dalam konstitusi," pungkas Razak.

Ketua Umum DPP PKB Abdul Muhaimin Iskandar menyuarakan usulan Pemilu 2024. Katanya, jabatan presiden sebaiknya ditambah satu atau dua tahun. Alasannya, muncul aspirasi pengusaha dan pelaku UMKM yang sedang fokus pada kerja pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19.

Ketua Umum DPP PAN juga sepakat dengan ide Cak Imin. Zulhas mempertimbangkan hasil survei terbaru yang menyebutkan 73 persen lebih mengaku puas dengan kinerja pemerintahan Jokowi.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

Menkeu Baru Angkat Bicara Soal Perombakan Pejabat Bea Cukai dan Dirjen Pajak

Senin, 14 September 2026 | 17:28

UPDATE

Dina Sulaeman: Sikap Prabowo Beri Pesan Diplomatik Kuat untuk Palestina

Minggu, 20 September 2026 | 09:51

Ekonom Ungkap Skema Pendidikan Gratis PTN Tanpa Menguras APBN

Minggu, 20 September 2026 | 09:43

Prabowo Berencana Produksi Bensin dari Batu Bara

Minggu, 20 September 2026 | 08:56

Humanika: Jangan Jatuhkan Prabowo Sebelum Lima Tahun

Minggu, 20 September 2026 | 08:49

Sesuai Ambisi Prabowo, Kampus Negeri Jangan Cari Duit dari Mahasiswa Lagi

Minggu, 20 September 2026 | 08:22

Dubes Palestina Ungkap Momen Emosional Saat Peluk Prabowo di Gontor

Minggu, 20 September 2026 | 08:06

Ekonom: Prabowo Tinggal Lanjutkan Pendidikan Gratis dari SBY

Minggu, 20 September 2026 | 08:06

Keretakan Peradaban

Minggu, 20 September 2026 | 07:38

Wadanyon OPM Kodap 35 Bintang Timur Yahukimo Diringkus TNI

Minggu, 20 September 2026 | 06:46

DPD Tawarkan Solusi Netral Fiskal Demi Ekonomi Berlari Kencang

Minggu, 20 September 2026 | 06:19

Selengkapnya