Berita

Terdakwa Yoory Corneles divonis penjara 6,5 tahun/Repro

Hukum

Dipenjara 6,5 Tahun, Yoory Corneles Terbukti Rugikan Negara Rp 152 Miliar

KAMIS, 24 FEBRUARI 2022 | 22:21 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Mantan Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pembangunan Sarana Jaya, Yoory Corneles Pinontoan terbukti bersalah karena memperkaya orang lain dan perusahaan yang merugikan keuangan negara/daerah sebesar Rp 152,56 miliar.

Dalam perkara pengadaan tanah di Munjul, Pondok Rangon, Cipayung, Jakarta Timur, DKI Jakarta, Yoory divonis bersalah dan dipidana penjara selama 6,5 tahun dan denda Rp 500 juta subsider tiga bulan kurungan.

"Menyatakan terdakwa Yoory Corneles telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan berlanjut sebagaimana didakwakan penuntut umum dalam dakwaan primer," ujar Hakim Ketua di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis malam (24/2).


Vonis tersebut diketahui lebih ringan dibanding tuntutan tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menuntut agar Yoory dipidana penjara selama enam tahun dan delapan bulan penjara dan denda Rp 1 miliar subsider enam bulan kurungan.

Atas vonis ini, Yoory dan penasihat hukumnya menyatakan pikir-pikir. Sedangkan dari pihak JPU juga menyatakan pikir-pikir.

Dalam vonis atau putusan ini, Majelis Hakim sebelumnya menyampaikan beberapa pertimbangan dan fakta hukum yang terungkap di persidangan.

"Menimbang bahwa masing-masing telah diperlihatkan di persidangan baik kepada para saksi, maupun kepada terdakwa diperoleh beberapa fakta hukum yang berkaitan dengan pembuktian unsur memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi pada proses pembelian tanah di Munjul, Pondok Rangon, Kecamatan Cipayung, Kota Jakarta Timur," jelas Majelis Hakim.

Berdasarkan laporan hasil audit penghitungan kerugian negara atas dugaan tindak pidana korupsi pengadaan tanah di Munjul pada Perumda Pembangunan Sarana Jaya tahun 2019 tanggal 3 September 2021 kata Hakim, terdapat jumlah kerugian keuangan negara/daerah dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta atau Perumda Pembangunan Sarana Jaya sebesar Rp 152.565.440.000.
Dalam laporan hasil audit tersebut kata Majelis Hakim, terdapat beberapa orang atau pihak yang diperkaya dari hasil tindak pidana korupsi ini. Yaitu, Tommy Adrian selaku Direktur PT Adonara Propertindo, Anja Runtuwene selaku Wakil Direktur PT Adonara Propertindo; Yuriska Lady Enggrani selaku notari/PPAT, Rudi Hartono Iskandar selaku Direktur PT Aldira Berkah Abadi Makmur (ABAM), dan korporasi PT Adonara Propertindo.

Tommy Adrian kata Hakim, diperkaya oleh terdakwa Yoory sebesar Rp 3.477.800.000; Anja Runtuwene sebesar Rp 8.120.894.338; Rudi Hartono Iskandar sebesar Rp 123.339.171.225; korporasi PT Adonara Propertindo sebesar Rp 17.627.574.437; Yuriska Lady Anggraini notaris atau PPAT mendapat uang muka pembayaran tanah Munjul dari terdakwa yang dititipkan kepada Anja sebesar Rp 10 miliar kemudian digunakan untuk kepentingan pribadi; dan memperkaya Yuriska Lady Anggraini sebesar Rp 4.600.000.000 yang belum disetor atau dikembalikan.

"Menimbang bahwa selama proses persidangan tidak diketemukan bukti terdakwa Yoory Corneles menikmati kerugian negara yang telah ditemukan. Namun dengan demikian, atas perbuatan terdakwa Yoory Corneles tersebut telah memperkaya para saksi atau orang lain dan korporasi PT Adonara Propertindo yang seluruhnya sebesar Rp 152.565.440.000," terang Majelis Hakim.

"Menimbang bahwa dari pertimbangan tersebut di atas, menurut pendapat Majelis hakim unsur memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi telah terpenuhi," pungkas Majelis Hakim.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Legislator Gerindra Dipanggil Majelis Kehormatan Usai Viral Main Game saat Rapat

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:19

Emas Antam Ambruk, Satu Gram Dibanderol Rp2,81 Juta

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:10

Di Forum BRICS, Sugiono Kenang Empat TNI Gugur dalam Misi Perdamaian Lebanon

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:02

Pengamat: Kombinasi Sentimen Global Bikin Rupiah Tersungkur

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:29

Jakarta Masih Ibu Kota Kabar Baik untuk Masa Depan Indonesia

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:23

ARUKKI Surati Ketua KPK, Minta Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Diperiksa

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:16

Jemaah Haji Lansia dan Sakit Tetap Raih Pahala Meski Beribadah di Hotel

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:09

Resmi Masuk RI! Ini Spesifikasi dan Harga MacBook Neo, Laptop Termurah Apple

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:03

PKB Gagas Reformasi Perlindungan Santri Lewat Temu Nasional Ponpes

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:01

Di Balik Pelemahan Rupiah, Ada Tekanan Besar pada Ekonomi Domestik

Jumat, 15 Mei 2026 | 10:51

Selengkapnya