Berita

Ketua Umum (Ketum) PKB, Muhaimin Iskandar alias Cak Imin/Net

Politik

Usulan Cak Imin Bisa Membuat PDIP dan Gerindra Rugi

KAMIS, 24 FEBRUARI 2022 | 09:23 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Usulan Ketua Umum (Ketum) PKB, Muhaimin Iskandar alias Cak Imin agar Pemilu 2024 ditunda bisa merugikan PDI Perjuangan dan Partai Gerindra. Di mana kedua partai besar itu sudah memanaskan mesin untuk pencalonan kandidat presiden.

Bagi Direktur Pusat Riset Politik, Hukum dan Kebijakan Indonesia (PRPHKI), Saiful Anam usulan Cak Imin hanya didasarkan pada kepentingan pribadi dan PKB.

Kehadiran PKB di kabinet Joko Widodo terbilang signifikan mulai periode pertama hingga periode kedua. Di satu sisi, nama Cak Imin belum juga mengangkat walaupun setiap jelang acara pilpres selalu didengungkan sebagai calon presiden.


"Bayangkan PKB mendapatkan banyak jatah dalam pemerintahan Jokowi, contoh misalnya Wapres, Menag, Menaker, MenPDT, Mendag dan bahkan Menkopolhukam pernah menjadi kader PKB," ujar Saiful kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (24/2).

Selain itu, Saiful menduga hal tersebut merupakan strategi PKB karena saat ini sudah mulai renggang dengan Nahdlatul Ulama (NU).

"Sehingga bisa jadi ada ketakutan tersendiri apabila pemilu tetap terselenggara 2024 mendatang," kata Saiful.

Namun demikian kata doktor Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI) ini, usulan Cak Imin sangat merugikan parpol, khususnya PDIP dan Gerindra.

"Karena saya kira keduanya sudah memiliki kandidat yang siap bertarung pada kesempatan Pilpres 2024 mendatang," terang Saiful.

Misalnya PDIP, sudah ada dua calon yang namanya memiliki elektabilitas cukum tinggi, yakni Ketua DPR RI Puan Maharani dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

"Saya kira bisa jadi elektabilitasnya makin turun apabila pemilu ditunda 1 hingga 2 tahun ke depan," kata Saiful.

Sedangkan untuk Gerindra, kata Saiful, usia Prabowo yang semakin lanjut saat pemilu ditunda 2 tahun juga merupakan hal yang merugikan.

"Saya kira ini merupakan usulan yang dapat merugikan parpol-parpol besar di tengah PKB sudah memiliki posisi yang strategis dalam pemerintahan saat ini," pungkas Saiful.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

Komisi III DPR Sambut KUHP dan KUHAP Baru dengan Sukacita

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:12

Bea Keluar Batu Bara Langkah Korektif Agar Negara Tak Terus Tekor

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:08

Prabowo Dua Kali Absen Pembukaan Bursa, Ini Kata Purbaya

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:07

Polri Susun Format Penyidikan Sesuai KUHP dan KUHAP Baru

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:06

Koalisi Permanen Mustahil Terbentuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:01

Polri-Kejagung Jalankan KUHP dan KUHAP Baru Sejak Pukul 00.01 WIB

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:58

Tutup Akhir Tahun 2025 DPRD Kota Bogor Tetapkan Dua Perda

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:46

Presiden Prabowo Harus Segera Ganti Menteri yang Tak Maksimal

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:42

Bitcoin Bangkit ke Level 88.600 Dolar AS

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Berjualan di Atas Lumpur

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Selengkapnya