Berita

Ilustrasi/Net

Publika

Dari Merugi Menjadi Terlihat Untung

KAMIS, 24 FEBRUARI 2022 | 07:29 WIB | OLEH: DR. IR. SUGIYONO, MSI

AMANAT dari UU BUMN adalah perusahaan BUMN supaya menghasilkan laba. Dengan diperolehnya laba, maka perusahaan BUMN akan mampu menyetor dividen kepada APBN untuk menaikkan kemampuan pembiayaan dari APBN.

Salah satu sumber pembiayaan dalam negeri dari pembiayaan pemerintah adalah berasal dari dividen BUMN dan dari hasil privatisasi dan penjualan asset program restrukturisasi. Di tengah deficit APBN yang sangat besar, maka harapan pemerintah dapat memperoleh tambahan sumber pembiayaan sungguh besar.

Yang kedua, laba sebuah BUMN merupakan sumber perusahaan untuk melakukan ekspansi investasi guna mengembangkan perluasan kinerja operasional perusahaan dari sumber perolehan laba sebagai modal milik sendiri.


Minimal atas kedua kepentingan dorongan keuangan tersebut di atas, maka menjadi sebuah tonggak-tonggak prestasi yang bersejarah dari direksi dan komisaris perusahaan BUMN, apabila perusahaan menghasilkan laba.

Prestasi akan melejit naik ke atas bagaikan meteor yang bersinar-sinar terang benderang, apabila direktur utama sebuah perusahaan BUMN mampu mengubah kinerja keuangan dari perusahaan yang semula merugi, kemudian berubah menjadi untung.

Potensi tonggak prestasi kinerja pelaporan keuangan tersebut, antara lain dilaporkan pada pelaporan laporan keuangan dari BUMN PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. Perusahaan melaporkan bahwa laba periode berjalan per September 2020 rugi sebesar 25.875 ribu dolar AS.

Rugi tersebut kemudian menjadi laba pada periode berjalan 20 September 2021 menjadi sebesar 59.546 ribu dolar AS. Artinya, telah terjadi lonjakan tambahan prestasi keuangan pada pelaporan laporan keuangan perusahaan yang naik sebesar 85.421 ribu dolar AS, untuk menghasilkan momentum dari sebuah perusahaan yang semula melaporkan menderita kerugian kemudian berubah menjadi untung.

Tingginya beban pokok pendapatan dan berkembang naik secara sangat mencolok, ternyata tidak mampu membuat pendapatan neto yang sangat besar atas selisih periode berjalan sebagai sebuah prestasi dari selisih laba bruto.

Laba bruto inilah yang sesungguhnya diharapkan untuk mampu menjelaskan sumber tambahan keuangan 85.421 ribu dolar AS tersebut di atas secara tuntas.

Hal itu karena selisih laba bruto periode tahun berjalan hanya menghasilkan tambahan laba bruto yang sebesar 81.089 ribu dolar AS. Hal yang sama pula
terjadi pada perkembangan laba operasi.

Potensi penjelasan pelaporan keuangan atas momentum dari mengubah sebuah perusahaan yang merugi, menjadi terlihat untung itu lebih berpotensi mampu dapat dijelaskan oleh bagian laba dari entitas asosiasi dan ventura bersama, yang semula bernilai negatif 97.500 ribu dolar AS per 30 September 2020 berubah menjadi positif sebesar 84951 ribu dolar AS per 30 September 2021. Hal itu karena terjadi tambahan kenaikan sebesar 126.330 ribu dolar
AS.

Penulis adalah peneliti Indef, yang juga pengajar pada Universitas Mercu Buana

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Wall Street Lesu, Nasdaq Anjlok Paling Dalam

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:20

Tok! Pertamax Naik Drastis Jadi Rp16.250 per Liter Mulai Hari Ini

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:02

Peringati 100 Hari Perang, Ghalibaf Puji Keteguhan Rakyat Iran

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:49

Logam Mulia Melemah, Pasar Waspadai Lonjakan Inflasi AS

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:39

JIS Diburu Sponsor, Jakpro Mulai Proses Tender Naming Rights

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:27

AS Gempur Iran Setelah Helikopter Apache Ditembak Jatuh di Selat Hormuz

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:16

Saham Teknologi dan Perbankan Tertekan, Bursa Eropa Ditutup Lesu

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:05

Ditopang Geng Solo dan Golkar, Duet Gibran-Bahlil Bisa jadi Efek Kejut di Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:58

Iran Disebut Memiliki Tiga Senjata Nuklir yang Bikin AS-Israel Ketar-ketir

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:30

Lagu ‘MBG’ Sarana Efektif Dongkrak Popularitas Bahlil Menuju Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:01

Selengkapnya