Berita

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo/Net

Politik

Masih di Bawah Prabowo dalam Hasil Survei, Ganjar Pranowo: Biar Jadi Bacaan Publik

KAMIS, 24 FEBRUARI 2022 | 02:58 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Nama Prabowo Subianto masih memimpin peta persaingan para kandidat calon presiden. Dalam hasil survei terbaru Litbang Kompas, elektabilitas Ketua Umum Partai Gerindra itu masih di atas 2 Gubernur, Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan.

Seperti biasa, Ganjar pun tetap adem ayem saat ditanya soal hasil survei terkait elektabilitasnya menuju Pemilihan Presiden 2024. Gubernur Jawa Tengah itu memang sering mengelak jika ditanya soal Pilpres dan hasil survei apapun yang menyebut dirinya.

Dia selalu mengelak pertanyaan soal Pilpres 2024 dengan menjawab masih sibuk sebagai gubernur. Terlebih saat ini polemik di Desa Wadas belum sepenuhnya tuntas.


"Saya lagi konsen urus kenaikan angka infeksi Covid, masalah minyak goreng, kedelai, Wadas yang memang butuh perhatian," kata Ganjar kepada wartawan, Rabu (23/2).

Menurut politikus PDI Perjuangan ini, hasil survei berbagai lembaga itu lebih dijadikan sebagai bacaan di ranah publik saja. Sambil menegaskan saat ini sedang menjalankan tugas sebagai pemimpin di Jateng.

"Soal survei biarkan menjadi bacaan publik. Saya kader PDI Perjuangan yang sedang ditugaskan memimpin Jateng," tuturnya.

Dalam hasil survei Litbang Kompas yang digelar pada 17-30 Januari 2022, Prabowo Subianto memimpin dengan 26,5%. Disusul oleh Ganjar Pranowo (20,5%), Anies Baswedan (14,2%), Sandiaga Uno (4,9%), dan Agus Harimurti Yudhoyono (3,7%).

Nama-nama berikutnya adalah Basuki Tjahaja Purnama (2,9%), Ridwan Kamil (2,6%), Tri Rismaharini (2,6%), Andika Perkasa (2%), Gatot Nurmantyo (1,4%), Erick Thohir (1,1%), Mahfud Md (1,1%), dan Puan Maharani (0,6%).

Survei ini melibatkan 1.200 responden yang dipilih secara acak menggunakan metode pencuplikan sistematis bertingkat di 34 provinsi. Responden ditanya melalui wawancara tatap muka dengan tingkat kepercayaan survei ini 95% dan margin of error plus minus 2,8%.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

MAKI Heran KPK Tak Kunjung Tahan Tersangka Korupsi CSR BI

Selasa, 13 Januari 2026 | 20:11

Keadilan pada Demokrasi yang Direnggut

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:54

Program MBG Tetap Harus Diperketat Meski Kasus Keracunan Menurun

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:51

Oegroseno: Polisi Tidak Bisa Nyatakan Ijazah Jokowi Asli atau Palsu

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:48

Ketum PBMI Ngadep Menpora Persiapkan SEA Games Malaysia

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

Sekolah Rakyat Simbol Keadilan Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

110 Siswa Lemhannas Siap Digembleng Selama Lima Bulan

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:30

PBNU Bantah Terima Aliran Uang Korupsi Kuota Haji

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:08

Demokrat Tidak Ambil Pusing Sikap PDIP Tolak Pilkada Via DPRD

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:57

Amankan BBE-Uang, Ini 2 Kantor DJP yang Digeledah KPK

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:40

Selengkapnya