Berita

Presiden Vladimir Putin/Net

Resensi

Putin: Kazakhstan adalah Contoh Bagaimana Rusia Selalu Mendukung Negara Tetangganya, Tapi Tidak Termasuk Ukraina

RABU, 23 FEBRUARI 2022 | 15:16 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Rusia akan selalu mendukung kedaulatan negara-negara bekas republik Soviet. Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan, salah satu contoh negara tetangga yang selalu mendapat dukungan dan perlindungan adalah Kazakhstan.

Dalam percakapannya dengan Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev pada Selasa (22/2), Putin menegaskan bahwa Rusia tidak henti membela kedaultan Kazakhtan. Ini juga akan berlaku terhadap semua negara tetangganya
kata Putin, seperti dikutip dari TASS.

Namun, hal ini tidak berlaku untuk Ukraina, katanya. Rusia tidak bisa menjaga tetangganya itu karena ada pihak ketiga yang mengendalikan Ukraina yang kemudian menjadi ancaman bagi Rusia.

Namun, hal ini tidak berlaku untuk Ukraina, katanya. Rusia tidak bisa menjaga tetangganya itu karena ada pihak ketiga yang mengendalikan Ukraina yang kemudian menjadi ancaman bagi Rusia.

"Sayangnya, ini berbeda dengan Ukraina. Ini karena fakta yang menunjukkan bahwa Ukraina telah digunakan oleh negara ketiga untuk menciptakan ancaman bagi Federasi Rusia," kata Putin.

Ia mengaku tidak lagi terlihat kualitan interaksi di Ukraina terhadap  negaranya. Semua kedekatan hilang setelah kudeta di Ukraina beberapa tahun lalu.

"Saya ingin menekankan: itu terjadi setelah kudeta dan perebutan kekuasaan secara ilegal oleh mereka yang melakukannya," kata Putin.

Kepada Aliyev, Putin menceritakan hasil percakapan teleponnya dengan Presiden Kazakh, Kassym-Jomart Tokayev, dan membicarakan banyak hal tentang kerja sama.

Kazakhstan adalah bukti bagaimana Rusia selalu mendukung negara tetangganya.

"Setelah menyelesaikan misi CSTO di Kazakhstan beberapa bulan lalu, pasukan militer ditarik pulang ke negara masing-masing. Rusia dan Kazakhstan terus bekerja sama di semua bidang yang menguntungkan kedua negara," tutup Putin.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Intervensi Jepang Runtuhkan Dominasi Dolar AS

Jumat, 01 Mei 2026 | 08:15

Saham Big Tech Bergerak Beragam, Alphabet dan Amazon Moncer

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:58

Mojtaba Khamenei: Tak Ada Tempat bagi AS di Teluk Persia

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:36

Harga Emas Melonjak setelah Jepang Intervensi Pasar Mata Uang

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:26

STOXX 600 Capai Level 611,28 Saat Sektor Industri Melesat di Atas 1 Persen

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:06

Diplomasi Raja Charles III terhadap ‘King’ Trump

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:57

Celios: Kita Menolak MBG Dijadikan Alat Politik

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:28

Keluarga, Buruh dan Prabowonomics

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:02

Pembatalan Unjuk Rasa May Day di DPR Dianggap Warganet ‘Sudah Cair’

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:39

Prabowo-Gibran Diselamatkan Beras

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:15

Selengkapnya