Berita

Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono/Net

Politik

Masuk 3 Besar Versi Survei Kompas, Demokrat: Kerja Nyata Kami Diapresiasi Rakyat

SELASA, 22 FEBRUARI 2022 | 18:07 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Hasil survei Libang Kompas, Partai Demokrat masuk di urutan ketiga setelah PDIP (22,8 persen), Gerindra (13,9 persen).

Dalam survei yang dilakukan pada 17-30 Januari itu menemukan data Partai yang dipimpin Agus Harimurti Yudhoyono mendapat angka 10,7 persen.  

Merespons hal itu, Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra mengatakan bahwa partainya selama ini fokus melakukan kerja tulus dan kerja nyata untuk membantu rakyat terdampak pandemi dan bencana.


"Kami melakukan ini secara terus-menerus, dengan konsisten, selama dua tahun terakhir ini. Mengikuti apa yang telah dicontohkan oleh Ketua Umum kami, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)," demikian kata Herzaky, Selasa (22/2).

Herzaky menjelaskan, sejak awal seluruh kader Partai Demokrat diminta AHY membantu rakyat yang kesulitan. Secara khusus mengingatkan kadernya untuk teguh menyuarakan aspirasi dan memperjuangkan harapan rakyat.

"Bantu apa yang kita bisa. Sebisa mungkin kita ringankan kesulitan rakyat. Demikian yang selalu disampaikan Ketum kami," tandas Herzaky.

Lebih lanjut, Koordinator Jurubicara Partai Demokrat ini mengatakan, kerja tulus dan kerja nyata Demokrat bukan saja di lapangan. Melainkan juga di ruang-ruang publik maupun di parlemen.

Kata Herzaky, para kader partai berlambang mercy itu diperintahkan untuk menyerap apa yang menjadi keresahan masyarakat. Setelah itu, kader akan memperjuangkan apa yang dibutuhkan masyarakat.

"Tiga kunci sukses ini, kerja tulus, kerja nyata kami untuk rakyat, secara konsisten, ternyata diapresiasi dengan baik oleh rakyat. Mereka bosan dengan sosok atau organisasi yang sibuk mencitrakan diri dekat dengan rakyat, tapi ketika rakyat mendapatkan masalah, ditindas, diam saja," jelas Herzaky.

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Gencatan Senjata Iran-AS Hampir Berakhir, Milisi Irak Siaga Penuh

Selasa, 21 April 2026 | 08:19

Dolar AS Terkoreksi: Investor Mulai Lepas Aset Safe-Haven

Selasa, 21 April 2026 | 08:06

Sinergi BNI dan Perempuan NTT: Mengubah Daun Lontar Menjadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 21 April 2026 | 07:48

Tim Cook Mundur sebagai CEO Apple

Selasa, 21 April 2026 | 07:35

Refleksi 4 Tahun Prudential Syariah: Mengubah Paradigma Deteksi Dini Kanker

Selasa, 21 April 2026 | 07:27

Emas Dunia Masih Sulit Bangkit di Tengah Kenaikan Harga Minyak

Selasa, 21 April 2026 | 07:16

Kerja Sama Polri-PBB Pertegas Posisi RI dalam Misi Perdamaian Dunia

Selasa, 21 April 2026 | 07:10

Bursa Eropa Merah, Sektor Penerbangan Paling Terpukul

Selasa, 21 April 2026 | 07:05

Relawan Protes JK Asal Klaim soal Jokowi Presiden

Selasa, 21 April 2026 | 06:51

Politik Angka vs Realitas Ekologi: Sungai Tak Bisa Dipimpin Statistik

Selasa, 21 April 2026 | 06:29

Selengkapnya