Berita

Presiden Rusia Vladimir Putin/Net

Dunia

Pemimpin Dunia Kompak Kutuk Pengakuan Rusia terhadap Donetsk dan Luhansk

SELASA, 22 FEBRUARI 2022 | 17:16 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Keputusan Rusia untuk mengakui kemerdekaan Donetsk dan Luhansk yang merupakan wilayah kedaulatan Ukraina telah memancing kecaman dari berbagai negara di dunia.

Pengakuan tersebut dilakukan oleh Presiden Rusia Vladimir Putin pada Senin (21/2). Putin juga menandatangani kesepakatan dengan para pemimpin kelompok separatis yang menyebut diri mereka Republik Rakyat Donetsk (RRD) dan Republik Rakyat Luhansk (LPR).

Kanselir Jerman Olaf Scholz memperingatkan Moskow tindakan tersebut merupakan pelanggaran kesepakatan damai pada 2015.


Hal serupa juga disampaikan oleh Perdana Menteri Inggris Boris Johnson. Ia mengatakan pengakuan terhadap RRD dan RRL merupakan pelanggaran hukum internasional serta mencederai kedaulatan dan integritas Ukraina.

"Dengan mengakui wilayah separatis di Ukraina timur, Rusia melanggar komitmennya dan merusak kedaulatan Ukraina. Saya mengutuk keputusan ini. Saya telah meminta pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB dan sanksi Eropa." kata Presiden Prancis Emmanuel Macron.

Sekjen NATO Jens Stoltenberg bergabung dalam kecaman internasional atas langkah tersebut.

"(Pengakuan ini) semakin merusak kedaulatan dan integritas teritorial Ukraina, mengikis upaya menuju resolusi konflik, dan melanggar Perjanjian Minsk, di mana Rusia adalah salah satu pihak," ujarnya.

Presiden AS Joe Biden juga memberikan pernyataan sangat mengutuk keputusan Putin.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menganggap keputusan Rusia sebagai pelanggaran terhadap integritas teritorial dan kedaulatan Ukraina dan tidak sesuai dengan prinsip-prinsip Piagam PBB.

Di sisi lain, China tampak berusaha lebih netral, dengan menyerukan agar semua pihak menghindari tindakan yang dapat memicu ketegangan.

Tanggapan serupa juga datang dari Iran, yang mengatakan akan dengan cermat mengamati perkembangan situasi di Ukraina.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Deklarasi New Delhi, Terjemahkan Komitmen Jadi Hasil Nyata

Sabtu, 12 September 2026 | 21:55

Usulan Masa Jabatan Kades Tak Terbatas Harus Ditolak

Sabtu, 12 September 2026 | 21:10

Polisi Beberkan Peran Tiga Tersangka Pengeroyokan Maut Pejompongan

Sabtu, 12 September 2026 | 20:32

Prabowo Perkuat Peran Indonesia dalam Kerja Sama Multilateral di KTT BRICS 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 19:48

Morits L Tamaela Terpilih Sebagai Sekjen ADEKSI, Konsolidasi DPRD Kota Seluruh Indonesia Diperkuat

Sabtu, 12 September 2026 | 19:32

Menyusuri Perkebunan Sawit dan Karet, Mantri BRI Jaga Akses Keuangan Sumatera Selatan

Sabtu, 12 September 2026 | 19:27

Purbaya Tak Mau Ikuti Jepang Pangkas PPN, Ini Alasannya

Sabtu, 12 September 2026 | 18:18

Cek Bansos BPNT September 2026, Ada Pencairan hingga Rp600.000

Sabtu, 12 September 2026 | 18:11

Patahan Surabaya Jadi Sorotan di Medsos, Ini Penjelasan Pakar ITS

Sabtu, 12 September 2026 | 17:54

Cek Daftar HP yang Tak Bisa Lagi WhatsApp Mulai September 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 17:40

Selengkapnya