Berita

Ilustrasi/Net

Publika

Ekonomi Kekeluargaan

SELASA, 22 FEBRUARI 2022 | 07:25 WIB | OLEH: DR. IR. SUGIYONO, MSI

DATA indeks harga makanan rata-rata dunia mengalami kenaikan dari 97,2 persen bulan Maret tahun 2020 menjadi 139,82 persen bulan Januari 2022 tahun dasar 2016 sebesar 100 persen. Data makanan tersebut adalah serealia, minyak nabati, daging ternak besar, ikan laut, apel, pisang, chana, ikan olahan, kacang tanah, susu, dan tomat.

Indeks harga makanan naik disebabkan karena kenaikan indeks harga produk pertanian, yaitu kenaikan indeks harga bahan baku produk pertanian, makanan dan minuman. Fenomena kenaikan harga yang bersifat musiman tersebut terulang sebagaimana perilaku 59 indeks harga komoditas primer non-energi mencapai puncak pada tahun 2008 dan tertinggi tahun 2012, yang didorong oleh peningkatan indeks harga energi.

Jadi, kenaikan indeks harga energi yang memicu kenaikan indeks harga makanan rata- rata dunia. Persoalan untuk kasus harga kacang kedelai dan harga minyak goreng berbahan baku minyak sawit adalah baik kacang kedelai dan minyak sawit merupakan komoditas yang dapat diolah menjadi bahan bakar nabati, yaitu bio ethanol dari kacang kedelai dan bio solar dari minyak kelapa sawit.


Tidak mengherankan apabila harga kacang kedelai dan harga minyak goreng terdorong naik tinggi sebagai komoditas suplemen untuk produk bio energi terbarukan pensubstitusi bahan bakar minyak dari fosil, sekalipun telah mulai berkembang listrik dari pengembangan energi baterei dari produk nikel sebagai salah satu sumber energi untuk sector transportasi darat di negara maju.

Pengembangan energi terbarukan lebih ramah lingkungan berupa bio energi tersebut kemudian secara tidak langsung mendorong kenaikan indeks harga makanan. Ini menjadi persoalan serius antara memberi makan untuk manusia dan ternak, kemudian dihadapkan pada pilihan mengkonsumsi bio energi untuk menggerakan mesin pada kegiatan moda transportasi.

Salah satu dampak negatif secara tidak langsung dari pengembangan bio energi antara lain adalah pengrajin tempe tahu UMKM kembali mogok berproduksi selama tiga hari sebagaimana tuntutan ekonomi politik kepada pemerintah untuk menyediakan bahan baku kacang kedelai dengan harga terjangkau. Juga peristiwa tuntutan ekonomi politik dari ekonomi rumah tangga yang menghendaki ketersediaan minyak goreng dengan harga yang terjangkau.

Korban dari kenaikan indeks harga makanan secara tidak langsung adalah ekonomi rumah tangga pada distribusi pengeluaran penduduk 40 persen strata bawah. Sementara itu penerima manfaat dari pengembangan produk bio energi adalah 20 persen penduduk strata menengah dan 40 persen strata atas.

Ini menjadi momentum relevan untuk pengembangan model ekonomi kekeluargaan gotong-royong, guna mengatasi sebagian kesenjangan ekonomi antara penduduk strata atas dan menengah untuk mensubsidi harga ekonomi UMKM dan 40 persen penduduk rumah tangga strata bawah.

Penulis adalah peneliti Indef, yang juga pengajar Universitas Mercu Buana

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Periksa Pejabat Pemprov Jatim di Kasus Dana Hibah

Senin, 13 Juli 2026 | 14:40

UPDATE

Manifesto PRD 1996: Ketika Sekelompok Anak Muda Membuat Penguasa Susah Tidur

Kamis, 23 Juli 2026 | 16:27

Kanada Minta Warganya Waspadai Wabah Cyclospora sebelum Bepergian ke AS

Kamis, 23 Juli 2026 | 16:16

BRI Peduli Buka Jalan UMKM Mebel Sukoharjo Tembus Pasar Global

Kamis, 23 Juli 2026 | 16:10

Ganti Kapolri dan Jaksa Agung Diusulkan Barengan

Kamis, 23 Juli 2026 | 16:06

Kemnaker Jamin 134 Pegawai PT Amos Terima Pesangon Rp12,7 Miliar

Kamis, 23 Juli 2026 | 16:03

Purbaya Ungkap Alasan RI Tawarkan Pajak 0 Persen Selama 50 Tahun di PFII

Kamis, 23 Juli 2026 | 15:47

KPK Sita Toyota Alphard Diduga Hadiah Proyek Bupati Lalu Ahmad Zaini

Kamis, 23 Juli 2026 | 15:30

Risiko Perang Terbuka AS-Iran Meningkat Gegara Rebutan Selat Hormuz

Kamis, 23 Juli 2026 | 15:23

KPK Bantah Kabar Penangkapan Gatot Heroe Hernanda

Kamis, 23 Juli 2026 | 15:17

Fahira Ungkap Lima Tantangan Anak Indonesia dan Solusinya

Kamis, 23 Juli 2026 | 15:12

Selengkapnya