Berita

Gerakan persatuan warga Ukraina menanggapi dugaan rencana invasi Rusia/Net

Dunia

AS: Rusia Punya "Daftar Hitam" Warga Ukraina yang akan Dibunuh Jika Invasi Terjadi

SENIN, 21 FEBRUARI 2022 | 14:50 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Amerika Serikat (AS) mengaku mendapatkan informasi bahwa Rusia membuat "daftar hitam" berisi warga Ukraina yang akan dibunuh dan dikirim ke kamp jika invasi terjadi.

AS memperingatkan hal itu Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) lewat surat yang dikirim Washington kepada Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, Michelle Bachelet pada Minggu (20/2).

Di salam surat tersebut, AS menyatakan keprihatinan situasi di perbatasan Ukraina, dan memperingatkan potensi bencana kemanusiaan.


"Amerika Serikat memiliki informasi yang dapat dipercaya yang menunjukkan pasukan Rusia membuat daftar orang-orang Ukraina yang diidentifikasi untuk dibunuh atau dikirim ke kamp-kamp setelah pendudukan militer,” kata surat yang ditandatangani oleh Duta Besar AS untuk PBB di Jenewa, Bathsheba Nell Crocker itu.

Washington, tambah surat itu, juga memiliki informasi yang dapat dipercaya bahwa pasukan Rusia kemungkinan akan menggunakan langkah-langkah mematikan untuk membubarkan protes damai dari penduduk sipil.

Lewat peringatannya, AS menyoroti kemungkinan pelanggaran HAM, seperti penculikan atau penyiksaan terhadap pembangkang politik hingga etnis minoritas.

Menurut perkiraan AS, Rusia telah menempatkan lebih dari 150 ribu pasukan di dekat perbatasan Ukraina selama beberapa pekan terakhir.

Rusia membantah berencana menyerang tetangganya, sembari mencari jaminan bahwa Ukraina tidak akan pernah bergabung dengan NATO.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya