Nama tokoh yang dianggap layak sebagai Kepala Badan Otorita Ibu Kota Negara (IKN) masih jadi perbincangan hingga saat ini.
Terbaru, pengamat politik dari Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Surokim Abdudssalam mengusulkan kepada Presiden Joko Widodo untuk mempertimbangkan mantan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas untuk memimpin Kepala Otorita IKN Nusantara.
Argumentasi Surokim, selain berpengalaman, Azwar Anas dinilai mampu membawa Banyuwangi menjadi kota wisata dan ramah lingkungan.
Menurut Surokim, memimpin pembangunan IKN tantangannya pasti rumit dan kompleks, baik faktor teknis maupun nonteknis. Kerumitan itu, dalam analisa Surokim pasti akan mempengaruhi manajemen pembangunan IKN.
"Kepemimpinan yang full kreatifitas dan inovasi juga penting untuk IKN dan saya pikir itu ada di Azwar Anas,†kata Surokim seperti diberitakan
Kantor Berita RMOLJatim, Jumat (18/2).
Menurut Surokim, Azwar Anas yang merupakan kader PDIP punya pengalaman 10 tahun memimpin Kabupaten Banyuwangi.
Ia melihat, selama memimpin, mantan Ketua Umum IPPNU ini terbukti sukses mengangkat perekonomian masyarakat, karena dia mampu memberdayakan UMKM lewat pariwisata.
Mantan anggota DPR RI ini juga punya jaringan yang kuat serta didukung oleh PDIP yang punya kekuatan politik yang besar.
Surokim menilai, Azwar Anas akan mampu menjembatani pemerintah pusat dan daerah, karena selama memimpin sebagai bupati Banyuwangi dua periode itu sangat aktif dalam menjempatani keinginan pemerintah pusat.
“Memimpin ibukota baru menurut saya tidak boleh coba coba. Apalagi gambling jadi harus punya trackrecord kepemimpinan bagus. Tokoh yang punya pengalaman memimpin daerah, bisa memahami dan bisa menjembatani kepentingan pusat dan daerah menurut saya lebih baik,†pungkasnya.
Presiden Jokowi pernah mengungkapkan empat calon kepala otorita IKN. Yaitu, mantan Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang sekarang menjadi komisaris utama PT Pertamina (Persero), Direktur Utama PT Wijaya Karya (Persero) Tumiyana, dan mantan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.